Kadena dan Arimbi

Kadena dan Arimbi

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 25, 2017
Mereka itu kembar identik namanya Kadena Putri Pertiwi dan Arimbi Putri pertiwi. Memang sudah gak asing kalau nama anak kembar itu biasanya hamir mirip, kalau gak nama depan biasanya nama tengah sama belakangnya sama.umur mereka sekarang 16 tahun, dan sudah masuk SMA. Walaupun Kadena dan Arimbi kembar identik, sikap mereka jauh beda 180 derajat. Kadena orangnya pecicilan sedangkan Arimbi itu orangnya klem plus santai, beda sama kadena yang kalau lagi panik bukannya nyari solusi tapi malah nambahin masalah. Kadena dan Arimbi tidak tumbuh di satu rumah, mereka tumbuh di tempat yang berbada karena enam tahun lalu orangtua mereka bercerai. Arimbi ikut tinggal bersama sang ayah di Jogja sedangkan Kadena ikut bersama sang ibu dan tinggal di Jakarta. Walaupun tidak tinggal di tempat yang sama, mereka sering berhubungan via telepon sehingga Kadena dan Arimbi masih bisa bertukar kabar. Suatu hari, Ibu kandung mereka mengatakan kepada Kadena kalau ia di pindah tugaskan ke luar negeri. Kadena di beri dua piihan, ikut ke Australia atau Tetap tinggal di Indonesia. Kadena bimbang hingga akhirnya ia memilih untuk tetap tinggal di Indonesia. Lalu Ibunya berkata bahwa jika ia memilih untuk tinggal, ia harus pindah ke Jogjakarta dan tinggal bersama Ayahnya. Kadena tak tahu harus senang atau harus sedih, ia bingung. Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang muncul di kepalanya sampai ia pusing sendiri memikirkannya. Akankah kehidupan di kota yang baru akan membawa keberuntungan untuk Kadena?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Kedua
  • Thank's Brother [COMPLETED]
  • Assalamualaikum Cinta
  • RE-SILIENCE (END)
  • Pernikahan Kiara
  • Arkana & Arumi
  • Menjadi Adik Antagonis Kembar [END]

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines