Satu Aku dan Satu Kamu

Satu Aku dan Satu Kamu

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 1, 2017
Kisah ini hanya menceritakan dua orang yang bernama Rahul dan Riana.Mereka berdua sangat benci pernikahan. Dari kecil mereka sudah berniat,ketika nanti waktu mereka besar,tidak akan ada hari pernikahan untuk keduanya.Namun,sepertinya niat itu tidak berjalan lancar.Karena salah satu dari mereka ada yang jatuh cinta dan memutuskan untuk melamarnya. "Maaf,aku tidak bisa membalas perasaanmu.Karena aku sudah menganggap kamu sebagai adikku."-Riana Braganza "Meskipun kamu menganggapku sebagai adik,tapi aku akan tetap berjuang untuk menjadi pendamping di sisi mu"-Rahul Kapoor Author Note: sebenarnya ini bukan hasil murni karya author,tapi author bikin cerita ini dari film india yang berjudul "ekk main aur ekk tu" Jadi jangan heran kalau cerita ini emang mirip sama filmnya.Tapi cerita ini juga dibedain kok,terus juga disini tokohnya lebih banyak🤗
All Rights Reserved
#916
pernikahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAME [END & PROSES REVISI]
  • ARTHEZHA ALEXANDER  ( On going)
  • to forgive [dalam revisi]
  • Where to
  • Marrytime ✓
  • Best Of Name (END)
  • Secret Behind Marriage (Completed)
  • Cita Cinta Jenna
  • REGATHAN [END]

Seorang perempuan keras kepala dengan mulut pedasnya, pandai berdebat dan mampu membungkam lawannya. Harus menerima kehidupannya yang dijodohkan dengan lelaki yang sama sekali tidak ia inginkan didalam hidupnya, silahkan dibaca jika ingin tau kisahnya♡♡ "Okay gue akan menikah dan mengikuti permainan mereka" "Dan gue akan menang setelahnya gue bebas" "Berhenti menganggap semua ini permainan risa" "Pernikahan bukan soal ijab lalu cerai" "Ini semua bukan permainan risa, pernikahan itu sakral" "Cukup kau membahas mengenai bajingan itu lagi" "Saya hanya melakukan yang menurut saya benar" "Kodratnya perempuan untuk dikerjar bukan mengejar" "Ini bukan perkara ragu tidaknya kamu, ini bukan perkara wasiat, ini bukan perkara berbakti pada orang tua, tapi ini perkara hati kamu, jangan tanya aku mau atau tidak sudah tentu jawabannya tidak, tapi coba tanya hatimu, dia bisa menerima aku atau tidak" #1calmboy ♡♡♡ Selamat membaca Sangat dibutuhkan saran yang membangun Jangan lupa vote, comment, and share Follow akun author ☆☆☆ Update Tergantung mood dan waktu senggang Author♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines