My Perfect Poison

My Perfect Poison

  • WpView
    Reads 95,797
  • WpVote
    Votes 7,256
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 3, 2022
Samuel Alan Phillips terpaksa menginjakkan kaki di tempat yang tak pernah ingin dia datangi lagi demi memberi peringatan kepada dalang di balik semua kekacauan yang mencemarkan nama baik keluarganya. Kekacauan yang juga mengancam akan mendepaknya dari posisi pertama sebagai penerima harta warisan keluarganya yang tak akan habis hingga tujuh turunan. Di tempat lain, Ilmira Nilam Maheswari, tak pernah menyangka jika hidupnya berubah menjadi sesulit ini. Karena suatu desakan, ia terjebak dalam satu kondisi yang membuatnya ingin lenyap dari muka bumi. Kondisi yang juga mempertemukannya dengan seorang pria bermata biru yang selalu mengusik hari-harinya dengan sikap seenak dengkulnya. ••• She is poison. A beautiful poison. Yang mencoba melumpuhkan dengan wajah polos dan tanpa dosanya. Aku bersumpah, tak akan membiarkan wanita tamak itu seujung kuku pun mendapatkan apa yang dia inginkan. (Samuel Alan Phillips) Pria sialan bermata biru yang indah itu, yang menabuh genderang perang sejak pertemuan pertama kami, bertingkah seolah-olah dia mengetahui segalanya. Tapi tidak, dia tidak tahu apa-apa. Dia tidak tahu yang sebenarnya. So do i. (Ilmira Nilam Maheswari) •••
All Rights Reserved
#529
harta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Hate You? or Miss You?(On Going)
  • Suit and Tie [2] | ✅
  • SAMUDRA
  • Hello Belinda
  • The Demon She Loves
  • Undesirable - Ara_Raara (Event Novelet You&I Publisher)
  • Stay Here
  • Broken Trust
  • My Savior (FirstKhao)

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines