DIFFERENT

DIFFERENT

  • WpView
    Reads 2,076
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 24, 2022
"Besar nanti aku akan jadi dokter, dan tentu saja akan membanggakan Papa dan Mama, nanodayo." -Akashi Shintarou; 9 tahun. "Kalau sudah besar, biarkan Atsushi yang masak sarapan dan makan malam. Dan, aku akan membuat kue ulang tahun yang sangattt besar untuk Papa dan Mama." -Akashi Atsushi; 8 tahun. "Taiga memang nakal, tapi sayang Papa dan Mama! Walaupun terkadang Papa seperti Iblis. Lihat saja! Taiga akan menjadi pemain basket nomor 1." -Akashi Taiga; 7 tahun. "Tingkat ke-awesome-anku dengan Papa itu beda tipis. Tapi, suatu saat nanti aku yang akan mengalahkannya. " -Akashi Daiki; 7 tahun. "Kalau Lyota sudah besal, Lyota ingin seperti Papa dan Mama. Lyota sayang Papa Mama-ssu." -Akashi Ryota; 4 tahun. Hijau-Ungu-Merah-Biru-Kuning, mereka bagaikan pelangi di keluarga Seijuurou dan Tetsuya. Anugrah yang paling terindah. Bagaimana cara Seijuurou dan Tetsuya mengurus anak-anak mereka, yang jelas-jelas kepribadiannya saling bertolak belakang? Satu masalah selesai, timbul masalah baru. Seijuurou tepuk jidat, Tetsuya hampir pingsan. "Tetsuya, apakah aku bisa menjadi Papa yang baik untuk mereka?"
All Rights Reserved
#3
knbfanfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Dream [AkaKuro]✅
  • My Love Manager [M.Atsumu]
  • Sugar DADDY Household FATHER
  • Perjodohan | MidoKuro {SELESAI✓}
  • OVER-POSSESSION
  • PROTEKTIF OVERDOSIS (A-...)
  • ✅️ [21+] Catch Me If You Can! 👑 Akashi X Reader
  • Christmas Gift

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines