Story cover for Blue sky by vonnyaldaa
Blue sky
  • WpView
    Reads 729
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 729
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Sep 25, 2017
Fia merasa hidup ini tak lagi seindah dulu, kebahagiaan dan keceriaannya seolah hancur oleh meteor yang jatuh bertubi tubi ke dirinya tanpa henti. 

Hatinya yang pecah berserak tak menentu seolah tak bisa bersatu, tak bisa lagi direkatkan kembali dengan apapun, tidak ada yang akan mempan. 

sekalipun jiwa dan nyawanya kini tak berarti lagi menurutnya.

Kejadian yang tak pernah diinginkan, lepas kendali seolah olah merebut hak hidupnya. 

masalah bertubi tubi datang bagai hujan yang tak segan jatuh berkali kali ke dasar tanah. 

jawaban yang penuh dengan tersirat. 

dan masalah yang menumpuk tersurat. 

senyum manisnya tak kunjung hilang walaupun dengan tubuh yang selalu berada pada bagian kutub.

lihatlah gadis cantik dingin ini, yang dulunya adalah seseorang yang sangat cerewet dan ceria.

wahai api, hangatkan kembali es batu yang membeku beberapa tahun ini.


#508 putihabuabu, 11 Juli 2018
#882 putihabuabu, 6 Juli 2018
#866 putihabuabu, 7 Juli 2018
All Rights Reserved
Sign up to add Blue sky to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
SCELTA (Belum Revisi)  cover
SERENDIPITY [COMPLETED] cover
AURORA [Completed] cover
Senja's Struggle [Terbit] cover
ARUZAN (COMPLETED) cover
KenSha [Tahap Revisi] cover
DEVIAN [END] cover
Let Me Love You Longer cover
My First Love; [EUNKOOK]✔️✔️ cover
[PESAWAT] cover

SCELTA (Belum Revisi)

78 parts Complete

SCELTA PUBLISH ULANG BUKAN REVISI *** Scelta (Italia) = Pilihan Dia Galvazka. Sosok pemuda angkuh dan arogan yang benci aturan, tidak pernah mendapatkan teguran. Sebuah keselarasan tercipta ketika dipadukan dengan gadis semacamnya. Tak ada aturan ataupun teguran. Semuanya dianggap wajar. Namun itu hanya rekam jejak kehidupan. Sebuah ikatan dipisahkan memperlihatkan kebencian namun buta akan kebenaran. Alasan logis selalu disembunyikan maka tidak ada perbaikan. Rasa benci menguar ketika keduanya saling memutar badan dan meninggalkan. Semuanya seolah berlomba-lomba untuk melupakan. Dan lihatlah mereka sekarang. Takdir selalu membawa kejutan. Jika waktu memisahkan, maka waktu kembali untuk mempertemukan. Lantas, hanya sekedar pertemuan raga atau juga melibatkan rasa? ©UCheatt (2021) ⚠Warning! Contains rants and adult scenes. Bijaklah dalam membaca!