Luka Senja

Luka Senja

  • WpView
    Reads 171,062
  • WpVote
    Votes 5,245
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2020
Pada sebuah perasaan, aku tak cukup mampu mengatakan bahwa aku terluka. Tak cukup sanggup, bila harus mengejarmu yang berlari sangat cepat, sedangkan aku di sini, tertatih, berdiri dari jatuh pun aku belum mampu. Lewat tulisanku, aku mendoakanmu dari jauh, menumpahkan segala luka, menghidupkan kembali segala harap, mencoba berdiri dari jatuh. Sebab, bahagia setelah terluka adalah suatu keharusan, merayakan setelah kehilangan, merapikan hati yang berantakan, melangkah tanpa melupakan. Sebuah senja yang mengajarkan arti kehadiran, sebuah senja yang menghadirkan sebuah harap, sebuah senja yang menghadirkan kebahagiaan dan sebuah senja yang kembali harus dikenang. Sebab, pada sebuah senja kuterluka. Selamat menikmati, dan tenggelam dalam sebuah luka bernama senja. #1 in poet - 24 September 2018
All Rights Reserved
#754
poetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • TENTANG RASA
  • {PERKATA} Selesai
  • Segala Tentangmu ❝
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Èpifora: Manusia Patah Hati yang Kembali Terluka oleh Puisi
  • Luka Lara Luna || END
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Frasa Rasa

[UPDATE 2/MINGGU] #kisahraina Saat kisah cinta yang bermula manis, mendatangkan pahit yang teramat sakit. Kufikir kepercayaan dan ketulusan akan berakhir baik, tapi ternyata penghianatan sebagai balasan terkejam. Aku adalah serpihan yang tersisa dari ribuan keping hati yang telah kau hancurkan. Aku adalah air mata yang terus mengalir kala kau goreskan luka. Cintamu hanya sebatas janji, tak lebih dari kata-kata yang hanya di bibir sahaja. Andai waktu pertemuan kau dan aku hanya sepintas lalu, mungkin mencintaimu takkan pernah kulakukan. Kini tinggallah aku, dengan rasa kecewa atas semua luka yang kau berikan. Kini tinggallah aku, dengan sebuah harapan agar kau binasa. Coppyright©2018, By Maya Revelita

More details
WpActionLinkContent Guidelines