My Morn

My Morn

  • WpView
    MGA BUMASA 1,096
  • WpVote
    Mga Boto 489
  • WpPart
    Mga Parte 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Dec 18, 2017
"Boleh tidak aku mendeskripsikan dirinya dengan pagi?". Dia pagiku.. Rupanya indah ku samakan dengan pemandangan awal terbitnya pagi. Dia pagiku.. Sinar pagi yang hangat ku samakan seperti sapaan darinya di setiap pagi untukku. Dingin udaranya ku samakan ketika dia menatap satu objek dan yang harus kamu tau objek itu adalah aku. Lalu,ketika bersamanya aku ingin bertanya berbagai macam pertanyaan layaknya seperti ini, Ketika embun pagi ada dan selalu setia ditemani oleh sinar hangatnya mentari,apa kamu juga? Saat hangatnya mentari mengalahkan dinginnya malam hari,apa kamu juga? Jika mentari sedang terik teriknya,apakah kamu akan tetap menikmatinya sendiri? Atau kamu akan berperan menjadi pohon? Agar aku bisa meneduhkan diri bersamamu. Layla Wulandari,ia gadis penyuka pagi sejak mengenal Aghari Pagi pada saat remaja. Aku yang selalu beranggapan seperti ini. Jika cuaca pagi mengingatkan semua makhluk "ini sudah pagi". Kamu beda Kamu hanya mengingatkan aku saja "La,aku sudah ada dan kamu jangan melewatkan pagi ini". Lika liku kisah mereka pada saat remaja sangat unik, keduanya saling mengajarkan tentang bagaimana mendapatkan kebahagiaan sederhana dengan diawali pagi hari sampe bertemu dengan pagi selanjutnya.
All Rights Reserved
#210
layla
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Pieces of Light
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Between Us
  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Naturaloves
  • The Game
  • Juan (COMPLETED)
  • Upside Down

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman