My Morn

My Morn

  • WpView
    Reads 1,096
  • WpVote
    Votes 489
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 18, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Boleh tidak aku mendeskripsikan dirinya dengan pagi?". Dia pagiku.. Rupanya indah ku samakan dengan pemandangan awal terbitnya pagi. Dia pagiku.. Sinar pagi yang hangat ku samakan seperti sapaan darinya di setiap pagi untukku. Dingin udaranya ku samakan ketika dia menatap satu objek dan yang harus kamu tau objek itu adalah aku. Lalu,ketika bersamanya aku ingin bertanya berbagai macam pertanyaan layaknya seperti ini, Ketika embun pagi ada dan selalu setia ditemani oleh sinar hangatnya mentari,apa kamu juga? Saat hangatnya mentari mengalahkan dinginnya malam hari,apa kamu juga? Jika mentari sedang terik teriknya,apakah kamu akan tetap menikmatinya sendiri? Atau kamu akan berperan menjadi pohon? Agar aku bisa meneduhkan diri bersamamu. Layla Wulandari,ia gadis penyuka pagi sejak mengenal Aghari Pagi pada saat remaja. Aku yang selalu beranggapan seperti ini. Jika cuaca pagi mengingatkan semua makhluk "ini sudah pagi". Kamu beda Kamu hanya mengingatkan aku saja "La,aku sudah ada dan kamu jangan melewatkan pagi ini". Lika liku kisah mereka pada saat remaja sangat unik, keduanya saling mengajarkan tentang bagaimana mendapatkan kebahagiaan sederhana dengan diawali pagi hari sampe bertemu dengan pagi selanjutnya.
All Rights Reserved
#120
layla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • Elvina [COMPLETED]
  • Pieces of Light
  • Upside Down
  • The Game
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • [END] Blind Rainbow
  • Juan (COMPLETED)

[LENGKAP] Beberapa hal yang mesti kau catat lalu kau baca saat merasa sendiri Ada yang diam diam yang ingin di sapa olehmu.Percayalah. Ada yang mengharap pertemuan kedua,setelah matamu mendarat ke matanya tanpa aba-aba. Ada yang setiap pagi terbangun buru-buru,demi sebuah frasa "selamat pagi" dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat,sebab setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu,tiap kau sebut nama,miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu ,malu malu. Ada yang memilih tertunduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal.Lututnya lemas,tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu.Menunggu sebuah ketukan darimu. Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu lalu. Ada yang tak pernah merasa begitu utuh,setelah lelaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh. Ada yang diam- diam mendoakanmu dalam -dalam. Percayalah

More details
WpActionLinkContent Guidelines