My little Boy

My little Boy

  • WpView
    Leituras 148
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, fev 15, 2014
WpInfo
Ficção
Romance
perkenalkan nama gue Fauziyya juhfour bisa dipanggil ziyya atau fauzi gue sekolah di SMA High school 2 jakarta gue bisa masuk sekolah internasional ini gue dapet biaya dari undian kupon sebesar 20 jt dan gue mutusin buat sekolah di sekolah internasional ini,langsung aja kali ya malam telah berlalu dan pagi pun muncul dengan mengeluarkan matahari yang sangat terang gue terbangun oleh jam alarm gue yang menunjukan pukul 05.30 "ziyyapov" aduh berisik amat sihk kata gue sambil menggerutu,pas gue liat ke jam alarm ternyata udah jam 6 kurang wah gue lupa sholat nih pasti ibu gue marah klo gue gk sholat,gue harus buru buru ke kamar mandi nih mana lagi handuk gue "ziyya cepat mandi tar kamu telat untuk masuk sekolah"ibu berteriak menyuruh gue untuk mandi,sudah itu gue langsung keluar untuk makan "bu ziyya berangkat dulu ya" ibu menjawab 'iya jangan lupa habis pulang sekolah langsung jualan ya nak' iya bu ujar gue sesudah sampe di kelas gue ketemu sama temen sekelas gue dulu oh iya gue lupa gue tuh sekarang pertama masuk sekolah gue gk tau gue masuk jurusan apa tapi yang penting gue masuk aja lanjut ya  eh ada apa sit eh tau gk kita sejurusan yeay seneng banget gue ujar sita "ehk iya iya jangan teriak teriak apa malu tau sama orang loe kaya gk malu aja ujar gue sambil sedikit marah marah ehk masuk yuk disini rame banget sesudah gue sama sita masuk kelas ada yang nyegat gue sma sita gue liat ternyata si belagu itu "ziyyapov" ehk awas jangan halangin jalan gue kesel banget gue sma loe ujar gue didalam hati
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • I Miss You, Sister
  • Step Closer
  • DIA ADALAH NAJA
  • Seconds passed.
  • Posesif Sister Laksani Natio
  • Pretty Careless
  • I'm RF

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo