Dentuman Irama

Dentuman Irama

  • WpView
    LECTURAS 55
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 18, 2017
Ketika ia mencapai titik klimaks, ia akan berusaha dengan segala cara untuk meleraikannya. Menulis bukanlah bakatnya, tapi barangkali cocok untuk meredamkan luapan hati. Maka ia akan belajar untuk mendaur ulang masa kelamnya menjadi frasa yang hidup berirama. Kumpulan prosa ini ia tujukan kepada yang merasa.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PERLINA
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Me adalah Aku
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Tentang Sebuah Rasa [SUDAH TERBIT]
  • Resonansi Rasa. (Bersauh)
  • Perkata
  • Èpifora: Manusia Patah Hati yang Kembali Terluka oleh Puisi
  • Aksara Tak Bertuan
  • {PERKATA} Selesai
PERLINA

Maaf, sayap rumpangku lagi-lagi patah, derai-derai air mata luluh lantak, dan karang-karang kuatku kini seringkih sutra. Tetapi, inilah caraku untuk tetap hidup dan bertahan. Sebab, andai aku gagal membuat diriku terlihat, biar aksaraku yang mengabadikanku dalam bingkai kenangan. Copyright 2019 by Aksara- Picture by rawpixel Edited by Aksara- #1 Isi (16/01/20)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido