We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Klarisa
  • WpView
    Reads 543
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 23, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Akibat perceraian kedua orang tuanya, klarisa menjadi anak yang pendiam. Gara-gara kediamannya ini membuat dia tidak memiliki teman. Walaupun banyak pria yang menyukainya, namun tetap saja klarisa masih bersikap acuh kepada mereka semua. Klarisa memang memiliki banyak talenta namun, talentanya tersebut tidak ia tunjukan kepada siapapun termasuk kepada keluarganya sendiri. Namun, setelah klarisa sekolah di Sma sikapnya yang dingin, dan pendiam lambat laun dapat berubah. Perubahan sikapnya itu tidak lain dikarenakan ada seseorang yang mulai mengisi hari-harinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • KANASKHARA
  • pai pai  B 94 ZA
  • Cleora's Past [TERBIT]
  • Hello, My Crush
  • Brokenhome [ END ]
  • FRIENDZONE
  • Kita Bercerita Tentang Hari Ini
  • story of single mother and daughter
  • REKSA: The Last Bell

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines