Mantan Is Masalah

Mantan Is Masalah

  • WpView
    Lecturas 1,706
  • WpVote
    Votos 87
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 22, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Berikut adalah kelanjutan dari cerita sebelumnya yaitu "4 Tembak 4 Tolak". Pahit manis gue buat melanjutkan kisah cinta yang mengenaskan tetap berlanjut. Sekarang gue terpaku dengan cewek yang lain lagi. Kali ini beda masalahnya, si cewek yang gue taksir ternyata masih keingatan sama Mantan nya. Berikut adalah perjuangan gue buat mendapatkan hati sang pujaan hati. Lika liku untuk mendapatkan hati mutia. Seorang cewek yang masih teringat oleh mantannya yang dulu. Tapi, disana ada gue si Harfan Sidiq yang setia menemani mutia, dan bertugas untuk membantu mutia melupakan mantannya. Walaupun akhirnya gue ama dia udah jadian. Si mutia ni ternyata masih teringat ama mantannya. Gimana reaksi gue? Dan gimana gue mengendalikan situasi macam ini?
Todos los derechos reservados
#489
sendiri
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 9096 (Complete)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Can I have you, Mas
  • Oh My Lovely Teacher
  • Teorema Romantika (End)
  • My Crush My Husband (ON GOING)✨
  • Dosgans
  • Orang Ketiga
  • You TOLD Me So

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido