Mantan Is Masalah

Mantan Is Masalah

  • WpView
    Reads 1,694
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 22, 2019
Berikut adalah kelanjutan dari cerita sebelumnya yaitu "4 Tembak 4 Tolak". Pahit manis gue buat melanjutkan kisah cinta yang mengenaskan tetap berlanjut. Sekarang gue terpaku dengan cewek yang lain lagi. Kali ini beda masalahnya, si cewek yang gue taksir ternyata masih keingatan sama Mantan nya. Berikut adalah perjuangan gue buat mendapatkan hati sang pujaan hati. Lika liku untuk mendapatkan hati mutia. Seorang cewek yang masih teringat oleh mantannya yang dulu. Tapi, disana ada gue si Harfan Sidiq yang setia menemani mutia, dan bertugas untuk membantu mutia melupakan mantannya. Walaupun akhirnya gue ama dia udah jadian. Si mutia ni ternyata masih teringat ama mantannya. Gimana reaksi gue? Dan gimana gue mengendalikan situasi macam ini?
All Rights Reserved
#743
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • The Man
  • Galaxi [Completed]
  • Ibu sambung untuk anakku ✔
  • Orang Ketiga
  • 9096 (Complete)
  • Teorema Romantika (End)
  • My Crush My Husband (ON GOING)✨
  • Aku, Kamu dan Hujan

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines