Story cover for Quotes For Doi  by sassax
Quotes For Doi
  • WpView
    Membaca 21,561
  • WpVote
    Vote 800
  • WpPart
    Bab 35
  • WpView
    Membaca 21,561
  • WpVote
    Vote 800
  • WpPart
    Bab 35
Bersambung, Awal publikasi Sep 28, 2017
=Sepatah kata untukmu,yang tak sempat tuk kuucapkan=

Carilah pasangan yang bisa membuat kamu berhenti ngelike quotes galau lagi :v

Nahlooh, siapa yang sering kek gitu? iseng buka timeline terus yang post-an ngodein doi sama quote galau kalian like yang ditujukan supaya doi liat? HAHA kalo pernah kita sama girls :)

Pantengin terus yak siapa tau ada quote yang bisa bikin doi sadar dan peka. 

Released:111016
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Quotes For Doi ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#5772018
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Reynand & Joya | END cover
Abu-abu [TAHAP REVISI] cover
❄ Kata-kata Remaja ❄ cover
[END] Blind Rainbow cover
𝐜𝐫𝐚𝐳𝐲 𝐬𝐭𝐮𝐩𝐢𝐝 𝐥𝐨𝐯𝐞 | 𝐣𝐮𝐧𝐠𝐤𝐨𝐨𝐤✔ cover
Saranghae (Taekook) [Complete] cover
Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔ cover
FF BaekHyun - Cold [✔] cover
Ratu Jomblo? [CERITA LENGKAP] cover
2D (Dilla & Dian)  cover

Reynand & Joya | END

29 bab Lengkap

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)