Buku Tentang Melupakan

Buku Tentang Melupakan

  • WpView
    Reads 4,080
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 4, 2018
[TELAH TERBIT VERSI CETAKNYA] "Diantaranya: Terdapat orang-orang yang pernah disatukan, dekat sedemikian rupa, saling mengunjungi rumah masing-masing, saling berkabar dan bercanda: menertawakan banyak hal remeh temeh bersama-sama, pergi kemanapun mereka mau bersama, bahkan tidur berpelukan bersama. Tapi, semua itu tidaklah abadi. Semuanya hilang. Tak bersama. Tak berbekas." Kehilangan? Ditinggalkan? Tidak dicintai? Tidak bisa bersama? Tidak dianggap keberadaannya? Sakit? Sesak? ... Memang, banyak jalan menuju Roma. Tapi, jika kamu tidak mau belajar dan menemukan jalan yang tepat, bagaimana bisa kamu sampai ke Roma? Buku ini akan menuntunmu dan memberikanmu berbagai cara agar dapat melupakan. Pilih salah satu yang paling tepat bagimu, atau... satukan beberapa hal yang paling tepat, untuk jadikan kamu jalan dan senjata untuk bisa melupakan. My Dear... Kamu sungguh berhak untuk bahagia. Buku ini, Akan memberikanmu jalannya.
All Rights Reserved
#71
tips
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • YOU
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Thank You ( Kim Taehyung ).
  • [5] Unforgettable Love
  • Maaf' (Revisi)
  • Between Us √

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines