Paragraf yang berbisik

Paragraf yang berbisik

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Ungkapan yang selalu saja datang dari diri pada sebuah rasa yang juga selalu saja datang mengusik, dan tentang bagaimana aku yang selalu mengagumi filosofi tentang detik yang selalu menyuguhkan keadaan tak tentu dalam menjalani hari-hariku. Sebuah hal yang kutemukan yang selalu memberi kekuatan yang tiba-tiba muncul begitu saja dalam diriku, atau bahkan justru melumpuhkuan segala kemampuanku, khususnya pikiranku untuk dapat berfikir secara normal. Rasa adalah sebuah alasan untukku merangkai tulisan-tulisan dan membuat rumusannya sendiri untuk memaknainya dan mengerti bagaimana aku harus menjawabnya pada sebuah catatan kekagumanku akan sosok atau bahkan sebatas catatan putus asa yang berisi cerita usang yang tak pernah usai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • My Junior My Love ✔️
  • Lentera di Bulan Juli
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Dear You.... [COMPLETED]
  • Haikal-Alina
  • [END] Blind Rainbow
  • Cause I Love You
  • ABOUT GASTALA
  • GENTAWA✓
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines