Hopes
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 10, 2017
Monica, Kallia, Dan Mira. 3 sejoli yang tidak pernah percaya akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Monica yang polos tidak tahu apa-apa tentang cinta kini terjebak dengan dua orang lelaki yang menyukainya. "Gue suka sama lo dari lama mon, lo mau jadi pacar gue?" ucap rizal. "Gue mungkin bukan orang yang tepat untuk lo. Tapi, gue masih boleh kan untuk jatuh cinta sama lo?" ucap ali. Kallia si cewe tomboy ini meragukan untuk berpacaran. Tetapi, si cowo bernama Girvan pun berhasil mendapatkan hatinya. "Kall, makan yuk." "Nggak mau van, lo tau kan gue lagi bete" "Mau kali kalo gue yang nyuapin" "......." Mira si cewe pendiem ini terjebak oleh perasaannya sendiri terhadap Rafa. Apakah, Rafa tau perasaan Mira yang sesungguhnya? "Mir, lo kenapa ngeliatin gue sampai segitunya?" "Idih, pede gila lo!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • FORTE [COMPLETED]
  • Don't Trust Me
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Sayang
  • Complicato [END]
  • EPHEMERAL
  • DRABIA [END]
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Stay (Away)
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines