The Crazy Love

The Crazy Love

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 7, 2017
WARNING!!! Plis jangan baca tanpa Nge Vote dan Comment! Buat Plagiator, dilarang mampir di cerita ini. *** "Leo!" panggilku ketika berada di lab Fisika. "Hm? Apa?" dia menoleh. "Aku.. Aku.." "Hey!!" Elsa menepuk pundak Leo. "L pulang bareng." "Iya, El. Aku pulang duluan yah. Nganterin anak kebo kerumahnya." kata dia ramah. "Eh? I-ya."jawabku antara gugup dan kecewa. "Apaan sih?! Kebo apaan!"Elsa mencubit perut Leo dan Terjadilah aksi kejar-kejaran. Tanpa sadar, mataku memanas. Aku berlari mengalihkan pandangan itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • My Love Ketos❤
  • KIARA [END]
  • CRAZY LIONS [END]
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Bad Girl & Nerd Girl [END]
  • AKSA, GUE HAMIL!! |END
  • BABY LEO [End]
  • Transmigrasi si bar-bar
  • 𝐬𝐮𝐬𝐮 𝐩𝐢𝐬𝐚𝐧𝐠 [𝐛𝐥 𝐥𝐨𝐤𝐚𝐥]✓

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines