We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Menanti Senja

Menanti Senja

  • WpView
    Reads 949
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 6, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Kini hanyalah kenangan yang tertinggal dalam ingatan dan mungkin akan terulang dalam fikiran. Mengingat keluarga ku yang sudah tak pernah memberikan kasih sayang hanya membuat goresan di hati yang lebih dalam. "Biarpun kamu sedang menangis, kamu masih tetap cantik." Ucap anak laki-laki menghentikan gadis kecil yang sedang menangis di tepi pantai sendirian. "Kamu siapa?" Tanya Afa dan mengusap air matanya. "Aku Renal. Tidak usah menangis karena kamu lebih cantik bila tersenyum." Jawab Renal untuk menghibur namun yang terjadi justru sebaliknya, air matanya mengalir lebih deras. "Aku tau semua masalah mu, dan aku juga tau kamu pasti bisa menghadapi semuanya." Ucap Renal. "Aku tidak yakin." Sanggah Afa dan berjalan meninggalkan Renal. "Aku yakin kamu pasti bisa, masih ada Allah yang selalu di sampingmu zahra 'amila." Teriak Renal. "Afa." Membenarkan namanya. "Aulia Fatma Az-Zahra." Ucap Renal yang menghentikan langkah Afa. ..... Aku masih setia menunggu dirimu di sini. Ya di tepi pantai ini setiap sore untuk menanti akhir senja ku.
All Rights Reserved
#484
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALESYA (END)
  • MARRIED WITH GUS [END]
  • AZALEA
  • Astagfirullah, Alzam! (End)
  • Bahagia Tanpa Syarat  (Complated)
  • Aamiin bersamamu [ ENDING ]
  • Mendadak Ning (Selesai)
  • Raina Maramitha
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]

{Completed} Alesya, nama yang sederhana tapi sifat yang ia miliki tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Dan ya... Bagaimana bisa tanpa pikir panjang ia menyatakan cintanya ke orang asing yang baru ditemuinya?! "Gue suka sama lo! A-ayo pacaran!" teriak Alesya di lapangan basket setelah bel pulang sekolah berbunyi. Lihat? Benar-benar tidak masuk akal. Lelaki yang berdiri dihadapannya langsung berbalik, lalu menggaruk tengkuknya sambil tersenyum tipis. "Maaf, tapi 'suka' hanyalah perasaan sesaat yang datang karena nafsu." Alesya tertegun, lelaki itu kembali membuka suaranya. "Lagipula...." "Pacaran itu artinya mendekati zina, dan tidak ada kebahagiaan di dalam hubungan haram," lanjutnya sembari melebarkan senyuman. •~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~• Tentang penulis : Penyuka hujan dan makanan pedas, perempuan pemalu berkedok introvert dan orang yang menginginkan kehidupan tenang bersama para kucing. Semoga kalian suka dengan Teenfiction karyaku ini💚 Enjoy yaa~

More details
WpActionLinkContent Guidelines