Sekerat Rindu

Sekerat Rindu

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 4, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dinda dan Denis. Dua insan manusia yang bertahan dalam hubungan yang cukup lama namun enggan melaju ke tingkat selanjutnya. Yang laki-laki ingin maju, tapi yang perempuan masih ragu-ragu. Bagaimana jadinya jika bosan justru menyerang keduanya ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐐𝐮𝐞𝐞𝐧 𝐌𝐚𝐟𝐢𝐚(PEMBALASAN DENDAM)
  • Rohis vs Gus Pesantren (Proses Penerbitan)
  • Love in The Air
  • Suck It and See (Complete)
  • Ikhsan Farel Pratama
  • Masih Adakah Cinta? (Tamat✓)
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • TOUCHED (End)
  • Buku Resep Cinta (Completed)
  • Thirty Five (Completed)

Ketika Dina dkk melewati area ruang tamu suara sinisan dari seseorang masuk ke Indra pendengaran nya. "Dari mana loh,jam segini baru pulang "ujar Rion dengan nada sinis "Palingan ngejalang sama sugar Daddy"ujar Abi tak berperasaan dan kelewatan santai.sedangkan Lorenza menatap tajam ke arah Abi, apa-apaan adiknya dibilng ngejalang? Sebenarnya Dila ingin sekali ngejawab pertanyaan Rion tapi ditahan oleh Dina. "Rion kamu gak boleh gitu,sama Dina kasihan Dina baru juga pulang"ujar fanya dengan sok manisnya.ingin sekali afa mencakar wajah sok polos milik fanya itu "Bacot Lo"bukan,bukan Dina pelakunya melainkan afa. Mereka disana baru menyadari jika ada Dila dan afa disana. "Dih ngapain Lo Disni "ujar Abi sinis "Suka-suka gue lah urusan sama Lo apa"julid afa dengan mata yang mengering keatas lalu ke kesamping. "Dih,jangan bilng Lo pada habis ngelarang bareng makanya Lo sekarang ada disini"sini Deren yang kini ikut-ikutan "Maksud Lo apaan ha"desis dila,dia menekan setiap kata didalam nya, sungguh dia sudah muak dengan drama milik Rion dkk nya "Udah lah Dil,gak ada gunanya ngeladenin mereka"ujar Dina santai bahkan ekspresi nya begitu biasa saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines