TENTANG RASA?

TENTANG RASA?

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 15, 2017
Masa lalu MAUREN membuat ia sadar bahwa tawa yg dia berikan hanya membuat dia semakin sakit. Tak ada yg mengerti dibalik tawanya itu tersimpan rasa yg slama ini dia pendam. Sampai suatu saat dia lelah dengan semua ini, panggung sandiwara yg ia mainkan hanya membuatnya semakin terpuruk. Dan dia ingin melupakan semua masa lalunya yg membuat dia sakit hati. Saat itulahh dia menjadi berubah, canda tawanya hilang dan lenyap. Kini hanya ada mauren yg dingin, mauren yg kaku bagai sebuah bongkah es yg begitu dingin dan keras. Akankah mauren dapat melupakan masa lalunya? Akankah ada orang yg menghangatkanya dan menghancurkan dinding es yg slama ini dia bangun? Atau dia semakin tidak bisa melupakan masa lalunya? Baca terus kelanjutan kisah cinta mauren di ~TENTANG RASA? ~
All Rights Reserved
#9
perhabatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • Ketua Osis Vs Kapten Basket
  • MaVino [END]
  • Pelangi [COMPLETED]
  • RAIHAN
  • Gone(✔)🔚
  • Kakak Kelas [COMPLETED]
  • Stone Cold [COMPLETED] #watty2019
  • PERFECT ROSE

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines