I'M OKAY

I'M OKAY

  • WpView
    Reads 361
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2020
Ameliora Deivalien adalah sosok wanita cupu yang menyukai Richard Gantara yaitu pria famous di sekolah nya, apalagi Richard adalah ketua dalam tim drum band yang banyak disukai perempuan mana pun. Amel selain cupu dia juga memiliki riwayat penyakit yaitu hidup dengan satu ginjal. Setiap hari Amel harus menjalani berbagai macam pengobatan agar dapat sembuh dan berharap ada seseorang yang mau mendonorkan ginjal untuk nya. Meskipun demikian Amel juga harus kehilangan kasih sayang orang tua, karena orang tuanya yang selalu sibuk sampai-sampai tak pernah ada waktu untuknya. Tetapi Amel merasa bahagia meskipun tanpa ada orang tua disisinya ia sudah merasa cukup hanya hidup berdua dengan nenek tercintanya. Semenjak Amel duduk dibangku SMA disitu lah Amel merasa kehidupannya berubah karena mengenal sosok Richard Gantara banyak kisah cinta, suka dan duka yang Amel lalui dengan kondisi yang tak memungkinkan, dan juga tak secuil pemikiran Amel bahwa kisah cintanya akan berakhir dengan buruk, karena Amel percaya satu hal "AKAN INDAH PADA WAKTUNYA." Ps: Ini cerita pertama saya jadi mohon maaf ceritanya agak abal-abal semoga kalian suka Happy reading~~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • Pantaskah Perempuan sepertiku Mencintai seorang Ustadz
  • GAMEL (NEW STORY)
  • My possesive boyfriend
  • Seorang Amelda
  • Star Of You
  • Rindu Buat Cinta
  • I Love You (END)
  • Kai-La
  • Handsome Galvin {END}

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines