CLAP ! CLAP !

CLAP ! CLAP !

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Sep 30, 2017
Mereka pun membuka pintu, Han yang pertama melangkah keluar rumah. Seketika langkah kaki yang berlarian itu terhenti. "Halo, ada orang disana?" seru Han sambil mengamati sekeliling hutan yang gelap, hanya cempor yang Belva bawa dari dalam rumah. Namun, tidak ada jawaban. "Mungkin dia tidak bisa bicara Han.." cetus Azula, "Atau mungkin, dia seorang anak kecil" tambah Belva "Baiklah, jika kau mendengar aku. Tepukkan tangan mu dua kali" seru Azula 'Clap ! Clap !'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Love Maze
  • THE FOG ✔
  • Baby Lele (On Going)
  • Venom Kiss. - MINSUNG
  • SETAN - Kumpulan Cerita Pendek
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • [15] NIGHTMARE || Minsung
  • Fell With Him [Minsung]
  • Repain

Rumah di ujung desa ini sudah terabaikan. Lebih tua daripada tukang kebun yang memangkas tanaman liar di halaman dan taman yang ada disana. Pintunya sudah tak berupa pintu yang seharusnya. Tanaman rambat telah mengambil alih tugas si pintu untuk menjaga agar tidak ada orang yang sembarangan menginjakkan kakinya ke dalam rumah itu tanpa permisi. Gerbang yang semula berdiri kokoh dan besinya berwarna hitam garang, telah sepuh dan tak mampu menghalau anak - anak nakal yang sering kali datang untuk membuat rumah itu bertambah buruk. Kaca - kaca yang masih terpasang di jendela yang tingginya 5 meter biasanya jadi sasaran mereka jika bukan patung - patung di depan atau di samping rumah. Si tukang kebun tak bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Usianya yang sudah memasuki masa penantian menuju akhirat itu tak bisa ia ajak untuk menghalau kenakalan anak - anak itu. Yang bisa ia lakukan hanya menghalau sebisanya dengan tongkat atau sapu yang biasa ia pegang. Lama - kelamaan gangguan - gangguan dari anak - anak nakal desa mulai berkurang seiring dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi. Setiap warga desa selalu membual tentang keangkeran rumah itu yang tersebar melalui atmosfer desas desus yang tersebar dari cerobong asap rumah tua itu. Mereka bilang rumah itu ada penampakan wanita memakai gaun pesta hitam, yang diasumsikan sebagai penampakan pemilik rumah yang bunuh diri saat ia menggunakan gaun pesta itu. Ada juga yang mengatakan jika mereka mendengar ada yang memainkan musik untuk berdansa di dalam rumah itu padahal di dalam rumah itu tidak ada siapa pun. Namun, bukan rumah dan tukang kebun yang akan ku ceritakan disini. Yang akan mengisi lembar cerita ini adalah pemilik rumah itu juga tentang kisah cintanya yang berakhir dengan tragis. Gerbang semu yang membuat penasaran semua orang tentang rumah ini akan ku buka perlahan agar kalian dapat melihat ke dalamnya dan memjawab rasa penasaran kalian mengenai tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines