Ma Boy

Ma Boy

  • WpView
    Reads 22,915
  • WpVote
    Votes 1,414
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 8, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Dunia ini adalah panggung sejuta sandiwara. Beraneka alur tercipta dengan jenis kisah yang berbeda. Ketika hidup ini tidak berjalan seperti yang diharapkan, saat itulah takdir memainkan perannya. Kekecewaan, pengkhianatan dan bermacam kebohongan tidaklah luput dari kehidupan ini. Bahkan, rasanya sulit untuk mempercayai orang yang selama ini ada untuk kita. Aninda Rahma, ramaja yang berusia 17 tahun ini tidak pernah mengira jalan hidupnya akan serumit ini. Menjadi buronan oleh keluarga sendiri, sedikit pun tidak pernah terbayangkan olehnya. "Seandainya kamu lupa ingatan, apa aku termasuk orang yang hilang dari ingatanmu?"ujar Aninda dengan tatapannya yang tidak lepas dari danau biru yang ada di depannya. Niko menoleh ke samping. Beberapa lapis kerutan di dahinya kentara terlihat. "Kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu?" tanya Niko tanpa ingin melepas pandangannya dari Aninda. "Niko, apa yang ada di pikiran seseorang tak satupun orang lain yang mengetahuinya. Mereka yang saat ini ada untuk kita, boleh jadi mereka akan pergi di saat kita sangat membutuhkan kehadirannya," Niko menarik nafasnya pelan. Tangannya bergerak untuk menggenggam tangan Aninda, sembari menatap gadis yang berada di depannya. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apapun yang terjadi. Jika takdir berkata lain, dan kamu yang pergi meninggalkanku, aku akan mencarimu, di mana pun kamu berada, Aninda,"
All Rights Reserved
#514
taruhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Blind Rainbow
  • Sharena [Completed]
  • HALOALKANA
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Geheugenverlies [On Going]
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • HANNA
  • KARMA [Completed]

[Teen Fiction] Follow dulu, baru dibaca. "Awal pertemuan kita bagai takdir. Antara aku dan dirimu seperti terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang disebut kebetulan. Kita dengan semua perbedaan yang ada bertemu dalam keadaan tidak terduga. Dan karena takdir pula kita mencoba bersama dan melupakan kenyataan akan pahit yang mengejar. Lalu takdir. Apa karena dirinya pula kita akan berpisah?" -Pelangi "Bagiku setiap detik bersamamu adalah masalah. Kamu bagai bom waktu yang selalu meledak tepat dihadapanku. Tapi entah kenapa aku justru merasa nyaman dengan keadaan ini. Semakin lama aku semakin memahami dan mencintai kamu. Tapi aku harus lari. Mengucap pergi pada mimpi indah yang selama ini kita bangun. Namun kumohon. Jangan anggap diriku sebagai salah satu dari mimpimu. Karena aku nyata. Karena aku selalu disisimu. Hidup. Bukankah memang kadang terasa aneh seperti ini?" -Arsen Kisah tentang kalian yang mencari cinta Kisah tentang kalian yang mencari pemaafan Kisah tentang kalian yang mencari ketenangan *Cerita dibuat belum diedit, jadi harap pengertiannya jika mau tetap lanjut membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines