Story cover for Ma Boy by zulfaaa26
Ma Boy
  • WpView
    Reads 22,911
  • WpVote
    Votes 1,414
  • WpPart
    Parts 20
  • WpView
    Reads 22,911
  • WpVote
    Votes 1,414
  • WpPart
    Parts 20
Ongoing, First published Sep 30, 2017
Dunia ini adalah panggung sejuta sandiwara. Beraneka alur tercipta dengan jenis kisah yang berbeda. Ketika hidup ini tidak berjalan seperti yang diharapkan, saat itulah takdir memainkan perannya. 

Kekecewaan, pengkhianatan dan bermacam kebohongan tidaklah luput dari kehidupan ini. Bahkan, rasanya sulit untuk mempercayai orang yang selama ini ada untuk kita. 

Aninda Rahma, ramaja yang berusia 17 tahun ini tidak pernah mengira jalan hidupnya akan serumit ini. Menjadi buronan oleh keluarga sendiri, sedikit pun tidak pernah terbayangkan olehnya. 

"Seandainya kamu lupa ingatan, apa aku termasuk orang yang hilang dari ingatanmu?"ujar Aninda dengan tatapannya yang tidak lepas dari danau biru yang ada di depannya.

Niko menoleh ke samping. Beberapa lapis kerutan di dahinya kentara terlihat.

"Kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu?" tanya Niko tanpa ingin melepas pandangannya dari Aninda.

"Niko, apa yang ada di pikiran seseorang tak satupun orang lain yang mengetahuinya. Mereka yang saat ini ada untuk kita, boleh jadi mereka akan pergi di saat kita sangat membutuhkan 
kehadirannya,"
Niko menarik nafasnya pelan. Tangannya bergerak untuk menggenggam tangan Aninda, sembari menatap gadis yang berada di depannya.

"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apapun yang terjadi. Jika takdir berkata lain, dan kamu yang pergi meninggalkanku, aku akan mencarimu, di mana pun kamu berada, Aninda,"
All Rights Reserved
Sign up to add Ma Boy to your library and receive updates
or
#981novel
Content Guidelines
You may also like
𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠 by alurrida_
18 parts Ongoing
"Tentang cinta yang datang, pada titik pertemuan yang tak pernah direncanakan." ⋆ ˚。⋆୨୧˚---˚୨୧⋆。˚ ⋆ Rama dan Aida, dua orang insan yang tak sengaja bertemu, ketika takdir sedang mempermainkan keduanya dalam tabu. Tabu yang tak pernah mereka sadari. Tentang rumah yang rusak, cinta pertama yang retak, dan dunia yang seolah tak pernah berpihak. Hingga di sebuah titik pertemuan itu, mereka terjerat dalam sebuah perasaan yang tak pernah mereka sadari, tak terlihat, bahkan tak sempat terucap. Perasaan asing yang membingungkan, melelahkan, namun juga ikut menguatkan. Seolah obat, yang mampu mengeringkan luka lama akibat kekecewaan, kerinduan, serta ketidakberdayaan. Ya, sebuah cinta telah hadir disetiap inci hati mereka. Memberikan getar dan degup yang belum pernah dirasa. Namun disaat yang bersamaan, takdir kembali membuka permainannya. Mengusik masa lalu hingga perlahan menorehkan luka baru, dikedua hati yang baru saja merasakan cinta. Apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka tetap akan mempertahankan perasaan yang perlahan membesar itu? Atau malah terperangkap dalam permainan takdir yang didasari oleh masa lalu yang kelam? Mari kita lihat bersama! ⋆ ˚。⋆୨୧˚---˚୨୧⋆。˚ ⋆ "Aku, menemukan mata Bunda dikedua matanya. Namun sepertinya, takdir tak mengizinkannku untuk terus menatap netra itu sepanjang nyawa." -Rama Kanziano Azrandra "Dan pada akhirnya, hidup hanya tentang datang dan pergi, mengenal lalu melupakan, serta bahagia kemudian terluka. Bukankah seperti itu cara kerja dunia?" -Andana Raidani Putri Update: Hari tidak tentu tapi 1 minggu update 2 kali
You may also like
Slide 1 of 7
The Knife Smelled Like A Flower cover
𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠 cover
Arsyilazka cover
Geheugenverlies [On Going] cover
KARMA [Completed] cover
[END] Blind Rainbow cover
PACARNYA BOO (Sudah Terbit) cover

The Knife Smelled Like A Flower

38 parts Complete Mature

Dunia ini terlalu kejam untuk bisa di percayai, banyak kisah gelap yang terkubur dan selalu terkubur didalam teori dunia yang tidak pernah bisa di pecahkan, seorang wanita yang dengan polos mempercayai dunia sekitarnya dan merasa bahwa dia akan aman. Tapi alam semesta tidak mengijinkannya. Dunianya hancur setelah melihat pengkhianatan terbesar yang tidak bisa dia pecahkan sendiri, mampu kah seorang gadis usia 15 tahun ini menanggung banyaknya beban?