Asmara Terbuang

Asmara Terbuang

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 1, 2017
Ku lihat jauh bulan terang benderang menyinari malam menatap indah dunia tapi aku tak dapat sembunyikan perasaanku kegalauan hatiku dibalik terangnya rembulan. Asmara yang telah terjalin sekian lama harus ku relakan jika ini mulai memudar biru rindu ini menjadi kelabu dan sendu terhempas oleh badai dan kandas karenanya, Tapi aku tak dapat sembunyikan perasaanku kegalauan hatiku dibalik terangnya rembulan. Bayangan kekasih terus saja menggoda menari nari dipelupuk mataku harusnya ku tepiskan cinta yang ku rasa saat ini yang tak mungkin terwujud.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan Abu-Abu [END]
  • KEPERGIAN SENJA
  • KAIFA HALUKI??
  • BUALAN
  • Masa Remaja si Penikmat Senja
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Membumi(Tamat)
  • SELENOPHILE

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

More details
WpActionLinkContent Guidelines