Menjemput sinar matahari

Menjemput sinar matahari

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 8, 2017
Bukalah dengan acak! bacalah satu ayat yang kau lihat, suruh Kiai Asyamsiyah. aku membuka mushaf secara acak. Terbuka halaman surah al kahfi. Mataku menuju ke satu ayat, tepat ayat ke-25 dari al-kahfi. Segera ku baca. "apa itu artinya?" tanya kiai "dan mereka tinggal didalam gua 300 ratus dan ditambah 9 tahun lagi" jawabnya. "kau tadi bilang al-quran adalah mukjizat terbesar dari rasul Muhammad SAW. Apa mukjizat dari ayat tersebut?" Gila!pertanyaan apa ini. Mana kutahu? aku hanya tahu ayat itu menceritakan berapa lama ashabul kahfi tinggal di dalam gua. "Mengapa ayat itu mengatakan 300 tahun dan ditambah 9 tahun lagi? kenapa tidak 300 / 309 saja?" Kiai melanjutkan pertanyaan Rasulullah SAW dulu tidak menjelaskannya, Kiai, jawabnya. "Dasar goblok!" Kiai membentak. Dan aku merinding,"kau ini hidup di 14 abad yang silam ya!" keras sekali, dia menunduk.
All Rights Reserved
#3
dijaminseru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • hanya untuk bunda
  • Satuan Takdir
  • Cinta Dalam Rohis
  • La Tahzan
  • KANALA (TERBIT)
  • Secret Marriage
  • Wahai Jiwa yang Tenang
  • RUMAH KITA
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]

"Gak usah sok suci deh, lo itu J***NG TAU GAK" teriak azzam keras, setetes air mata mengalir dari mata liyya, mendengar teriakan azzam yang begitu menusuk "gue kira bocah polos kayak lo tu emang beneran tulus, tapi ternyata gue salah, lo udah manfaatin muka polos lo itu buat nge bodohin gue IYA" belum sempat liyya menjawab azzam sudah kembali meradang. "Lo gak mau sama gue karena gue belum Kaya kan, jadi lo gak bisa foya foya kalau sama gue, dan lo malah sama om om itu supaya lo bisa punya banyak duit" sentak azzam keras, tanpa memperdulikan tatapan anak anak seisi kelas ipa 1, yang menatap azzam syok, apalagi mendengar teriakannya Mereka gak nyangka kulkas 7 pintu seperti azzam bisa banyak bicara kayak gitu "Lo gak mau pacaran sama gue bilangnya lo takut dosa tapi apa, LO MALAH SAMA OM OM ITU, NGAKU LO DIBAYAR BERAPA LO, BUAT BISA MUASIN MEREKA, JAWAB" suara azzam menggema, tak ada yang berani bersuara, semua takut jika azzam sudah mengamuk, bahkan ada yang berlari keluar kelas karena takut. Sedangkan liyya, air mata terus mengalir dari matanya, tanpa memperdulikan apapun liyya menghapus air mata kasar dan beranjak berlari pergi dari kelas. . . . Saat kalian bertanya siapa yang paling ku cinta di dunia ini? Jawabannya adalah bunda Dia bundaku.... Ya aku sangat menyayanginya dari dunia dan seisinya, aku hanya ingin, firman Allah yang kuhafal hari ini, kemarin dan esok, akan mengantarkannya kepada pintu syurga, ingin rasanya aku memasangkan mahkota hafalanku dikepalanya aku hanya ingin tetap bersamanya di dunia dan akhirat, aku hanya ingin melakukan setidaknya aku membalas satu persen dari yang dia lakukan untukku, meski hanya satu persen , aku tak mau memperosokkan dia kedalam jurang jahannam. maka izinkanlah kelak aku memasangkan mahkota ini di akhirat dan di dunia, meskipun kapan waktunya, aku akan berusaha

More details
WpActionLinkContent Guidelines