Between Us

Between Us

  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 31, 2017
Emosi, dan marah adalah dua hal yang dianggap wajar ketika tidak sanggup menahannya. Karena katanya, kesabaran ada batasnya. Tapi tidak dengan Laras, gadis itu selalu berfikir jika dia meluapkan emosinya akan ada orang yang lagi-lagi akan tersakiti karena perkataannya. Pemikirannya hanya satu, bagaimana cara berbicara yang benar agar tidak menyakiti orang lain. Karena sebelumnya, dia sudah banyak terluka karena ucapan orang lain. Maka di cerita ini, kalian akan belajar banyak tentang kesabaran dan cara menahan diri paling baik dari Larasati Ayudia Fardana.
All Rights Reserved
#47
laras
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyerah atau Bertahan?
  • Let Me Love You Longer
  • DAVINARA
  • AgniaDiary's
  • Andira [End]
  • ARIEANNA
  • Masih Seorang Manusia
  • SELF LOVE

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines