Between Us

Between Us

  • WpView
    Reads 314
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 31, 2017
Emosi, dan marah adalah dua hal yang dianggap wajar ketika tidak sanggup menahannya. Karena katanya, kesabaran ada batasnya. Tapi tidak dengan Laras, gadis itu selalu berfikir jika dia meluapkan emosinya akan ada orang yang lagi-lagi akan tersakiti karena perkataannya. Pemikirannya hanya satu, bagaimana cara berbicara yang benar agar tidak menyakiti orang lain. Karena sebelumnya, dia sudah banyak terluka karena ucapan orang lain. Maka di cerita ini, kalian akan belajar banyak tentang kesabaran dan cara menahan diri paling baik dari Larasati Ayudia Fardana.
All Rights Reserved
#62
rani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DAVINARA
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Masih Seorang Manusia
  • SELF LOVE
  •  Hope Come Back  ( Completed )
  • BUNGKAM
  • ARIEANNA
  • RUMIT
DAVINARA

"Seperti halnya kaca yang retak, diperbaiki bagaimanapun pasti tidak akan bisa menyatu seperti awal, tetapi membiarkannya begitu saja juga tak akan membuatnya utuh kembali". -Dinara Elya Zahirah- "Selama ini kamu hanya terlalu fokus kepada satu titik. Titik yang selalu membuat luka baru sedangkan luka lama belum sempat pulih. Kamu bahkan tidak pernah melihat sedikitpun ke arahku. Aku yang selalu tepat di sampingmu tapi tak pernah kau anggap. -Davian Ardian Mahendra- Happy reading:D

More details
WpActionLinkContent Guidelines