Kintana

Kintana

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 11, 2018
"Semua sudah berakhir. Semua yang aku lakukan sia sia. Orang orang sudah tahu semuanya. Tak ada lagi yang harus ditutupi. Seharusnya dulu aku mendengarkanmu. Tapi bodohnya aku kekeh terus memaksakan apa yang seharusnya tak tumbuh" Laki laki yang masih mengenakan seragam sekolah kebanggaannya menghela nafas kasar. Membiarkan gadis didepannya mengeluarkan semua yang telah dipendam selama ini. Ia melihat sekitar. Rooftop sekolah yang tak menarik lagi kini. Kursi besi yang tadi ia duduki sebelum gadis di depannya datang. Matanya turun kebawah mendarat ke lantai yang hanya dilapisi semen. Tatapannya jatuh pada foto foto tentang dirinya. "Sudah" ucapnya setelah makian dan tangis gadis didepannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAKA
  • Aderaga [ON GOING]
  • TOXIC Relationship
  • KIARILHAM【END】
  • Effort ( COMPLETED )
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • RAVASYA [END]
  • Is LOVE
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Kelas A [End]
RAKA

Raka cuma cowok biasa, dengan hidup yang penuh omelan guru, PR numpuk, dan sahabat sahabat cowok ganteng yang aneh-aneh kelakuannya. Tapi hidupnya berubah waktu dia jatuh hati sama Nayara kakak kelas satu tingkat yang dikenal dingin, judes, dan selalu berhasil bikin Raka speechless tiap kali ngobrol. Sayangnya, Nayara tumbuh di bawah tekanan orang tua yang strict dan aturan hidup yang ketat. Raka bukannya nggak mau ngungkapin. Dia cuma ngerasa belum pantes. Tapi dunia nggak pernah nunggu orang ragu. Nayara pun akhirnya memilih cowok lain seseorang yang lebih pasti, lebih berani. Dari situ, semuanya berubah. Tawuran pecah, persahabatan diuji, dan kenyataan jadi tempat paling pahit untuk berdiri. Tapi di balik semua kekacauan itu, ada tawa yang bikin nyengir sendiri, ada momen yang bikin dada sesek, dan ada air mata yang jatuh diam diam. Ini bukan cuma soal cinta yang terlambat. Ini cerita tentang keberanian, kehilangan, dan seseorang yang akhirnya sadar: Kadang, kesempatan cuma datang sekali. Dan waktu nggak pernah janji bakal ngasih ulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines