MENTARI dan SENJA

MENTARI dan SENJA

  • WpView
    Reads 360
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 25, 2018
Puisi Inikah senja itu?? jingga yang dominan menuntunku meluluhkan hati ini dari kecewanya mentari tersenyum padaku membuatku amnesia pada semuanya walau ku takut pada gemerlap malam sehingga ragaku menarikku menjauh sebelum datang malam mencekam tapi mentari berbisik pada hatiku membuatku terpaku menatap senja kini jiwaku berbohong pada raganya akan kutunggu senja pergi agar mentari tersenyum padaku HAI😊😊 Ini puisi karangan aku sendiri loh Baca ceritaku ya 😁😁😁 Dan silahkan votment
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Antagonis
  • A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]✔
  • My Ice Prince
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • After Rain
  • Gadis Senja
  • I Love You
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines