Story cover for "Sama?" by riangri27
"Sama?"
  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Oct 02, 2017
Ketika takdir menciptakan kami serupa bahkan identik sama, apakah perjalanan masa depan kami sejalan? Apakah kita memiliki segalanya secara bersamaan? Bukankah kita memang tercipta demikian?
Atau dugaanku salah...?
- Meala & Meale Sastrowidjaja
.
.
Meala dan Meale, bahkan Tuhan merestui takdir mereka untuk terlihat sama, namun apa daya takdir manusia tak sepenuhnya sama. Memang begitu adanya.
.
.
Apalah daya kedua gadis yang menganggap diri mereka bagai pinang dibelah dua ini, ketika ditampar oleh realita yang ada bahwa serupa tak berarti sama. Terlihat sama bukan berarti sama. Tercipta sama bukan berarti untuk memiliki takdir yg sama.
All Rights Reserved
Sign up to add "Sama?" to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
EGALITER: Twinflame Life Lessons cover
ALVINA cover
Aku Atau Kembaranku (DeFan) [END] cover
Allenka Family cover
KETIKA CINTA BERTASBIH  cover
Drama Sepupu [END] cover
kehilangan  cover
Stargazing [SELESAI] cover
ELBITHARA cover
Love Hate Relationship (GIDARA) [End] cover

EGALITER: Twinflame Life Lessons

11 parts Ongoing Mature

"Ga bisa ya kita sama-sama sampai akhir?" "Hahaha! Sayang, aku anak pertama, wibawa dan kebanggaan keluarga. Kamu anak bungsu, kesayangan keluarga. Gimana? Kamu bisa bayangkan apa yang akan terjadi?" ===================================== Hubungan itu harus setara. Benar. Entah itu pertemanan, hubungan kerja, apalagi romansa antara dua manusia. Lantas, apakah kesetaraan akan selalu membawa kesempurnaan? Lalu, bagaimana jika yang setara itu adalah trauma yang tidak pernah usai? Egi dan Lili. Mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Sejoli ini memiliki sampul yang sangat sempurna di mata sosial. Pintar, terpelajar, mapan, dan menawan. Namun, mereka terlalu identik. Bahkan kegilaan mereka juga terlalu setara. Bukankah kesetaraan ini justru menakutkan?