Everything [SELESAI]

Everything [SELESAI]

  • WpView
    Reads 1,312
  • WpVote
    Votes 125
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 18, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
[selesai] EVERYTHING . Disini akan ku beritahukan kepada kamu tentang segalanya. Tentang rencana mu yang tidak selalu sejalan dengan kehidupan, tidak selalu sama dengan keinginanmu, tetapi bagaimana dengan takdir? Bahkan takdir telah menyertaimu sebelum kamu dilahirkan. Disini. Disini kamu akan ku beritahu arti sebuah kehidupan yang sama tetapi berbeda, dengan pertemuan yang sama, tokoh yang sama, cinta yang sama, dan rasa sakit yang sama. Kamu tidak harus percaya dengan takdir, tapi yang harus kamu lakukan adalah cukup mengetahui bahwa takdir tidak pernah salah. Segalanya selalu berurusan dengan takdir yang selalu berhubungan dengan waktu di ujung cerita setiap lembar kehidupanmu.
All Rights Reserved
#250
tuhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Haruskah Aku Bertahan?
  •  ANATHA
  • We're destined to met, not to united.
  • SHETAN
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • forget you
  • ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA
  • Sergio | Haechan
  • Tentang Cinta

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines