Story cover for Dear Diary by Fransiskasindhi
Dear Diary
  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 03, 2017
Kisah cinta rumit anak SMA jaman sekarang , sama sama suka tapi ga bisa ngungkapin.
Valdi , anak tukang rusuh di SMA Kusuma Bangsa yang suka sama Diandra , cewek pendiem . 
"Gue mau ngomong sama lo" ucap Valdi
"Ngomong apa?" Jawab Diandra
"Ini buku lo?" Tanya Valdi sambil ngasi diary Diandra yang ketinggalan
*#$@&#+$ jantung Diandra kaya mau copot , kok bisa diary Diandra ditangan Valdi?? 
*Jangan-jangan siValdi baca lagi¿ mati gue* batin Diandra
"Kenapa diem?" Ucap Valdi
" I .. i iya" jawab Diandra sambil ngambil diarynya dengan rasa gugup
Valdi : "...
***
Mau tau kelanjutannya ?? Simak sampai abis ya
All Rights Reserved
Sign up to add Dear Diary to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Secretly Looking at You (END) cover
Essentialy Love (SELESAI) cover
No Longer Mate cover
Kau Yang Kembali cover
BADBOY cover
Cupikacu cover
Mine [TAMAT] cover
My Friend and My Bestfriend cover
The Special Class cover

Secretly Looking at You (END)

38 parts Complete

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.