Ketika aku merasa dia memperlakukanku seperti akulah satu satunya yang dia punya, yang dia sayang, yang ingin dia miliki.
Namun ternyata pikiran ku salah tentangnya, dia hanya melakukan nya atas dasar sahabat.
Seseorang yang aku suka dan selalu aku cari mengenai diri-nya. Setelah aku mengetahui semua tentang-nya, di saat yang sama aku pun mengetahui sahabat-ku suka pada-nya juga.
Akhirnya, aku merelakan-nya untuk menjadi milik-mu sahabat-ku. Walaupun ini sangat sulit bagiku, tapi aku harus merelakan-nya untuk-mu sahabat.
Tapi aku yakin di balik pengorbananku, nanti aku akan mendapatkan sebuah kebahagian yang luar biasa yang telah Tuhan takdirkan untukku