Chasing Silhouettes (The Captive Mind #1)

Chasing Silhouettes (The Captive Mind #1)

  • WpView
    Reads 2,405
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 25, 2025
Atlas. Sebuah kota metropolitan modern yang merupakan jantung kota Thirron. Hanya yang terbaik yang disajikan di kota ini. Menara tinggi berkilau di mana hanya Kaum Atlas paling bergengsi tinggal di sana. Di lantai paling atas gedung, tinggal Klan Sokolov. Sepasang kakak-beradik, Andrei dan Roman, memiliki urusan masa lalu yang masih belum bisa dikubur. Terlebih lagi, absensi sosok ayah meretakkan keluarga mereka. Hingga suatu saat, Chernyy yang merupakan sebuah replica, manusia yang direkayasa secara genetic, datang dan tinggal bersama mereka. Tugas replica hanya satu, yaitu melayani tuannya. Mereka akan selalu menuruti segala perintah tuannya, sebodoh apapun yang mereka katakan. Chernyy merasa ia tidak memiliki kebebasan. Seolah-olah hidupnya bukan miliknya lagi, tetapi sudah menjadi milik orang lain. Ia mencari cara agar dapat merebut kebebasannya kembali. Sampai suatu ketika ia membuat perjanjian dengan kakak-beradik Sokolov untuk mendapatkan kebebasan. Satu per satu rahasia masa lalu perlahan terbongkar dan ternyata semuanya tidak seperti yang terlihat. Lagipula, selalu ada tulang dan rahasia yang terkubur di bawah kota yang megah ini. Tersembunyi di balik semua keindahan, terdapat kegelapan.
All Rights Reserved
#420
wiaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • Electric Kiss [아파도 돼]
  • Turnamen Mentari | Seri 1 | END
  • PSEUDO (END)
  • SHILA [END]
  • PANTHERO SECRET [END]
  • Only You [Slow Update]
  • AFTER RAIN [48] | {Completed} (DelShel, ZeeSha, Greshan & CH2)
  • A R S E A N A
  • Elegi Semesta

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines