Moodboster

Moodboster

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 6, 2017
"Tentang sahabat yang menjadi moodboster untuk sahabatnya. Tentang bagaimana menahan rasa cinta karena janji dengan sahabat & tentang persahabatan tak selamanya mulus." "Kok gue bisa punya sahabat kek lu berdua ya?" Celetuk lia. "Yang penting lu sayangkan" timpal zulfa dan virra. "Thanks kalian yang udah jadi moodboster bagi gue i love my moodboster." Batin lia. *Sahabat bukan hanya dia yang tau semua tentang kisahmu. Tetapi dia yang justru menjadi bagian dari kisahmu itu.* -Liaftrw {Sorry ini cerita pertama gue! Jadi mohon maaf kalo banyak typo berkeliaran harap maklum saja}
All Rights Reserved
#179
ospek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Algantara Darel (END & REVISI)
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • seindah senja abadi
  • Not Me & Not Mine
  • BHS
  • RAGARA [ on going ]
  • Three Targeted Girls!!
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Troublemaker (Selesai)
  • Angkasa

Algantara Darel. Nama yang katanya tak pernah bisa ditandingi. Di lintasan balap liar, ia adalah raja malam... liar, berani, dan nyaris tak terkalahkan. Kecepatan adalah candunya, suara mesin adalah detak jantungnya. Keras kepala, sulit diatur, dan selalu bertindak sesuka hati. Namun di balik gemuruh knalpot dan sorot lampu jalan yang temaram, Darel hanyalah seorang anak yang manja ketika bersama keluarga dan sahabatnya. Hangat. Berbeda. Seolah dunia malam dan dunia nyatanya adalah dua sisi yang tak pernah benar-benar menyatu. Di dunia balapan liar itu pula, ada satu nama yang selalu berdiri tepat di belakangnya... Dimas. Rival abadi yang tak pernah berhenti menantang, namun selalu kalah ketika bersanding di samping Darel. Kekalahan demi kekalahan tak membuatnya mundur. Justru menyalakan bara persaingan yang semakin panas. Akankah mereka selamanya terjebak dalam ambisi dan gengsi yang membutakan? Ataukah suatu hari, di antara deru mesin dan ego yang saling bertabrakan, mereka menemukan alasan untuk berdamai? Karena terkadang, rival terberat bukanlah musuh yang harus dikalahkan... melainkan seseorang yang tanpa sadar paling kita pahami. Publish : Februari 2024 The End : Desember 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines