Untouchable Mask

Untouchable Mask

  • WpView
    Lecturas 142
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 17, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
"Tanpa harus bertanya lagi, aku tahu dan sadar diri untuk tidak bertanya lebih lanjut lagi. Bukannya aku tidak mau, tetapi aku hanya tidak ingin menyakiti hati ku lebih dalam lagi.." -Aunasya Elisa Flordhert Cinta itu seperti topeng yang kita tidak tahu bagaimana ekspresi sesungguhnya dari sang pengguna topeng. Jika tidak bertanya, maka kita tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya sedang dirasakannya.
Todos los derechos reservados
#2
hurting
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Breathe
  • Falling Down
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • My Beautiful Sista
  • The First, Not the Last
  • Beautiful & Broken
  • Noda dalam Cinta
  • Tentang Rasaku
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • ALEZRIEL( On Going)
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido