I Can't

I Can't

  • WpView
    Membaca 83
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 2, 2018
Kenyataan tak akan pernah luput dari segala kehidupan. Selama masih bisa menerima dan berusaha, maka tak akan pernah ada lagi kegilaan. Berpikir logis dan berjalan sesuai rencana. Tidak lagi sesuai yang disuka. Mungkin tak enak rasanya tapi semua akan baik baik saja. *** Felish masih menyusuri sungai itu, langkahnya gontai. Pikirannya kacau. Semuanya hilang tak tentu arah. Ia bahkan tak menemukan apapun pada akhirnya. Sendirian. "Tak apa, aku akan baik baik saja Lim." Didetik kemudian. Semuanya gelap. "Lim, kaukah itu?" *** Akankah semua kembali seperti semula. Tidak, semua yang berubah tak akan pernah kembali secara utuh. Tak ada kebahagiaan seperti itu. Mungkin ada, tapi dalam mimpimu. Karena semua berjalan tidak dalam kuasa tanganmu. Tapi semua berdasarkan kehendak alam yang kau tempati. Jalani, dan nikmati. """" Enjoy with my story...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#6
loyal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DUNIA FLORA
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Raina Maramitha
  • Delayed happiness
  • The Kidnapper
  • Silent Scars | Orine

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan