I Can't

I Can't

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 2, 2018
Kenyataan tak akan pernah luput dari segala kehidupan. Selama masih bisa menerima dan berusaha, maka tak akan pernah ada lagi kegilaan. Berpikir logis dan berjalan sesuai rencana. Tidak lagi sesuai yang disuka. Mungkin tak enak rasanya tapi semua akan baik baik saja. *** Felish masih menyusuri sungai itu, langkahnya gontai. Pikirannya kacau. Semuanya hilang tak tentu arah. Ia bahkan tak menemukan apapun pada akhirnya. Sendirian. "Tak apa, aku akan baik baik saja Lim." Didetik kemudian. Semuanya gelap. "Lim, kaukah itu?" *** Akankah semua kembali seperti semula. Tidak, semua yang berubah tak akan pernah kembali secara utuh. Tak ada kebahagiaan seperti itu. Mungkin ada, tapi dalam mimpimu. Karena semua berjalan tidak dalam kuasa tanganmu. Tapi semua berdasarkan kehendak alam yang kau tempati. Jalani, dan nikmati. """" Enjoy with my story...
All Rights Reserved
#38
man
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • save me
  • RANNA
  • Raina Maramitha
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Delayed happiness
  • Hujan Yang Tak Merindukan Pelangi [ORINE]
  • Darkness [ORINE]

Oline Manuel, gadis remaja yang ceria dan penuh energi. Namun, itu dulu-sebelum orang tuanya menjadi egois. Selama belasan tahun, Oline selalu mendengar orang tuanya bertengkar, dan itu terjadi hampir setiap hari. Tidak jarang benda-benda di rumah Oline menjadi korban karena dilempar dan pada akhirnya menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. Menangis? Rasanya Oline sudah tidak bisa menangis, air matanya telah habis sejak dulu. Ia yang dulu adalah gadis periang, sekarang seakan hanya seorang gadis remaja yang tidak memiliki emosi. Hatinya hampa, terlalu banyak memendam luka. Hingga suatu malam, pertengkaran orang tuanya pada akhirnya membuat Oline muak. Setelah mendengar perkataan menyakitkan yang dilontarkan oleh keduanya, Oline yang selama ini diam, akhirnya membuka suara. Pada akhirnya Oline memilih pergi dari rumah yang selama ini ia tinggali, rumah yang hanya sekedar sebuah bangunan, bukan rumah yang sebenarnya. Ia akhirnya memilih untuk tinggal di sebuah kost. Meskipun hidup sendiri, tetapi setidaknya di kost tersebut, Oline tidak merasa sendirian. Karena akhirnya, Oline memiliki keluarga baru. Di kost itu, Oline memiliki 15 tetangga yang kelak menjadi sahabat sejati sekaligus keluarganya. Mari ikuti cerita hidup Oline, dan menemani gadis itu mendapatkan kebahagiaannya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines