Purple Grape

Purple Grape

  • WpView
    Reads 2,703
  • WpVote
    Votes 205
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 24, 2017
WpInfo
Fiction
Fantasy
Peringatan! Ini adalah cerita fantasi paling mainstream. Serius! Dengan mudah, kamu pasti dapat menebak alur ceritanya. Namun, yakinkah bahwa kamu dapat menebak fakta-fakta terselip yang tersimpan dalam alur se-mainstream itu? Coba saja! • • • "Warna menjadi aura. Aura menjadi rasa. Dan rasa menjadi warna" Bagaimana jika orang terdekatmu tiba-tiba menjelaskan bahwa dirimu adalah seorang ratu yang telah lama ia sembunyikan? Ratu dengan warna yang diagungkan, aura yang ditakuti dan rasa yang dihormati. Begitulah kehidupan gadis yang sering disapa 'Grape' itu kini. ~Mainstream sekali bukan? 😊~ Grape, gadis yang (katanya) baru netas menjadi wanita dewasa itu, harus tinggal di sebuah rumah yang cukup luas bernuansa antik, bersama seseorang yang ia ketahui adalah ibunya. Dengan segala kekonyolan yang ada, ia harus dihadapkan pada sebuah fakta pahit--sepahit pare hijau. Namun sialnya, kepahitan itu malah berimbas menjadi sangat manis. Elsdonaria, negeri kaum Els. Negeri warna-warni dengan sejuta keindahannya, ternyata menyimpan dominasi warna terkelam. Kedok diperankan begitu rapi dan meyakinkan. Diberkati kekuatan magis murni sejak lahir, membuatnya saling berambisi untuk menjadi penguasa dengan motivasi terbiadab--sebiadab kucing jantan yang selalu tak bertanggung jawab. Mampukah Grape sang Ratu membuka setiap kedok yang terpasang dengan aura terkutuk menakutkan yang ia miliki?! "Aku harus menghancur leburkan kedok manis terlaknat yang membuat alur cerita sederhanaku menjadi begitu rumit. Akan aku hancurkan mereka semua layaknya bison Amerika yang tak kenal takut!" -Grape- "Semua tentang warna, aura dan rasa." -Purple Grape-
All Rights Reserved
#55
purple
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Legacy of Velmora Season 1
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • I'm More Than Just A Princess
  • Edgar Vaske
  • CHANGE THE SAME ENDING [SELESAI]
  • The Royal Academy: Between Love and Destiny
  • Villainess Illusion [HIATUS]
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines