Saranghae
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 26, 2017
"Aku menyukaimu"akhirnya aku bisa mengatakannya,yang berulang kali aku lafalkan dihatiku dan akhirnya kata itu keluar juga. Dengan hati-hati aku mendongakan kepalaku melihatnya, tepat saat itu mataku menemui orang lain yang begitu rapuh dan frustasi dikedua bola matanya yang kini terlihat dekat dimataku. Aku masih saja melihatnya dan menatapnya lamat-lamat dan mulai memperhatikan lekukan wajahnya yang terlihat begitu sempurna itu.Dan diantaranya yang aku sukai adalah senyuman di bibirnya dan mata coklat terang itu. Aku menunggu jawabannya dengan gugup,tapi dia belum mengatakan apapun sama sekali,kini aku terlihat tidak dianggap walaupun aku di hadapannya. Dia berlalu melewatiku,setelah mendengus keras kala ia mendengar perkataanku.Aku ingin mengejarnya dan meraih tangannya dan bertanya mengapa ia tidak membalas perkataanku,apakah itu begitu sulit? Tapi aku hanya terdiam kaku ditempat,ingin mengejarnya tapi kutahan. Karena yang lebih penting kini adalah perasaanku,bukannya tindakan Raka tadi bentuk dari sebuah penolakan? Berarti usahaku tadi sia-siakan,tapi tak apa itu akan membuat ku bisa lebih berusaha mendekatinya dan membuatnya jatuh cinta kepadaku kan? Berpikir positif lah.. Iya positif bahwa dia menolakku. Maura Abella Putri~ © Bella
All Rights Reserved
#347
ily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Cake
  • Snow Kiss (End)
  • Introduction of Love (End)
  • PLUTO
  • Resonansi
  • The First, Not the Last
  • ADEUS
  • All Nonsenses (COMPLETED)
  • CRUSH | SO JUNGHWAN ✅
  • Just See U From Afar

"Kan, apa sih cinta menurut lo?" Tanya Kevin seraya tersenyum menatap langit sore. Kania terdiam sejenak menatap Kevin. Hatinya tiba-tiba sakit. "Gue nggak terlalu paham tentang definisi cinta, yang jelas cinta itu menyenangkan. Walau terkadang menyakitkan." Ujar Kania seraya menatap langit sore. "Menurut gue cinta itu seperti cup cake." Kania menatap Kevin penasaran. Kevin tersenyum membayangkan wajah Sabrina yang tersenyum menatapnya. "Terlihat manis dan menyenangkan. Ingin rasanya mencoba dan mencari tau seperti apa rasanya. Ternyata rasanya sangat manis. Seperti cinta." Ujar Kevin seraya membayangkan Sabrina. "Vin?" panggil Kania dalam hati. "Kan? Aku berharap kamu juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Kania menganggukkan kepala sembari tersenyum menatap Kevin. "Iya. Pasti! Suatu saat nanti." Jawab Kania. Mereka menatap langit sore bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines