DEVIL. Don't Touch Me!

DEVIL. Don't Touch Me!

  • WpView
    Reads 1,526
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 10, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Jeniffer membuang Puntung Rokoknya Sembarangan dan berjalan menghampiri Pria yang Menatapnya Intens sedari tadi "Sudah Transfer?" Tanyanya datar Pria itu mengangguk "Sudah" Jennifer berjalan anggun sambil menenteng Cluchnya, kemudian berhenti tepat di sebuah Pintu Kamar, Memutar Kenopnya dan masuk ke dalam Diikuti Pria itu "Silahkan dinikmati" ujar Jennifer, Tanpa malu meloloskan gaunnya hingga tubuh telanjangnya terekspos sempurna, dan naik ke Ranjang, melebarkan kakinya dengan posisi mengangkang Harga dirinya sudah mati, Hatinya membeku, Jatuh dan hancur berkeping-keping, Jennifer tidak boleh menunjukkan perasaannya, tidak lagi, karena Dia yang sekarang buka dia yang dulu "Kenapa melakukan ini?" Tanya Pria yang sedang berdiri tak jauh darinya itu dingin Jennifer bangkit dengan posisi setengah duduk, menatap Pria itu Sama Dinginnya "Kau lupa? Aku Pelacur" 10 Tahun sudah kini Mereka berjumpa lagi Namun Keadaan Sudah Jauh Berbeda Gadis Pemalu dan Periang itu telah berubah menjadi Sedingin Es Dan Sam Sadar Bahwa ini semua Penyebabnya adalah Dirinya. Maka Dengan Cara Apapun dia Akan menebusnya.
All Rights Reserved
#467
cute
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cuddling Myself
  • My Partner In Sex [Re-Upload]
  • 90 Days with Devil
  • LOVED BY THE BASTARD ✅
  • Aku Bukan Pemuas Hasrat (END)
  • KAVIAR [TERBIT]
  • My Sugar Daddy(END)

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines