Nitalia

Nitalia

  • WpView
    LECTURAS 44
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 6, 2017
Aku menikah dijodohin oleh temenku. Yaaaaa.... aku memang tidak menolak jika siapapun temenku ingin men-comblangin aku, tapi dengan syarat pria calon standar suamiku. Karna aku percaya bisa saja Tuhan mempertemukan jodohku melalui comblangan temenku, dan akhirnya itu nyata. Aku tidak menyesal/malu bagaimana pertemuan kami bertemu, tapi aku sungguh tidak percaya saja ini jadi nyata. Dia itu cukup mapan, good looking, tinggi juga, tampangnya kalem, yap aku suka sekali cowo" tampang muka kalem, asal tidak menghanyutkan saja hehehehe. Dan aku harap dia orang yang humoris, karna aku suka sekali pria yang humoris. Dan yaa itulah penilaian luar dariku yang aku lihat dari dia, lewat photo hp temenku yang disodorkan padaku. ~ Dia sesuai Ekpetasiku. Yaa kami bertemu di café, berkomunikasi standar lalu tidak lama kami menikah. Aku merasa ada yang ganjal dihubungan ini, entah apa tapi itu nyata. Setelah acara pernikahan kita dia tidak banyak bicara, sungguh aneh. Sekedar basa basi untuk kepoin kehidupanku saja tidak... Apa sih niatnya mengajakku menikah? . . . Aku penulis baru, jadi mohon maaf jika karyaku masih berantakan. Tapi berusaha belajar supaya karyaku menjadi yg terbaik. jangan menilai cerita dari Ratingnya, tapi dari isinya.
Todos los derechos reservados
#27
kaku
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Inafetta - Baru Kawin!
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • Arana & Mas Gay [1st Mas The Series] - [END] ✔️
  • friendship dump
  • Unplanned marriage
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • My Sweet heart
  •  Perfect man
  • Suddenly Marriage

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido