My SHORT STORY

My SHORT STORY

  • WpView
    LETTURE 15
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, feb 4, 2018
part I Rinai Rinai berdiri di depan kaca kamar. Pandangannya tak lepas dari jalan beraspal di luar sana. Pandangannya lelah. Sayu. Namun, ia masih ingin menunggu. Kau dimana? aku menunggu mu. Gadis itu teringat janji yang di ucapkan pria nya. "Aku berjanji aku akan menikahi mu. tiga tahun kedepan setelah ini. kuharap kau masih menjaga cinta kita" Rinai benar-benar mencintainya. Ia rela menunggu kekasihnya yang pergi selama itu. menolak setiap pria yang berkunjung meminangnya. bahkan berdebat dengan kedua orang tuanya. "Ayah dan ibu sudah tua, nak. kami hanya ingin melihatmu menikah..." Iya ayah, ibu, tapi aku masih menunggu. Pria itu benar-benar mengikat hatinya. Cintanya masih dia jaga. bahkan saat melebihi batas waktu yang dijanjikan, Rinai belum lelah. Ia yakin. kekasihnya pasti datang. pasti memper-istri-nya. Benar-benar lama. Rinai juga manusia, ia tak bisa terus menahan, tapi ia juga tak boleh menyerah. Cepatlah pulang, tidak kah kau dengar rintihnya hatiku?. Tuhan, ku mohon percepatlah waktu ini. Di luar, langit mendung mengisi. To Be Continue
Tutti i diritti riservati
#564
shortstory
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Dear Future (new version)
  • a New Chapter
  • Bad Boy Erlangga
  • Rannia√
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Sekali Lagi (End)
  • As Possible
  • Mistake

Mungkin sebagian sudah pernah baca cerita ini dengan nama tokoh lain. Ini bukan aku menjiplak karya orang, tapi ini memang karyaku yang hanya aku revisi aku rombak dan aku ubah nama tokohnya supaya bisa dibaca semua orang. Jadi jangan beranggapan kalau aku plagiat karya orang ya. Kamu bersamaku, jiwamu di dekatku. Tapi kenapa aku tidak tahu semua tentangmu. Aku pikir setelah jauh mengenalmu kamu sudah bisa terbuka kepadaku. Ternyata tidak, seakan banyak rahasia yang kamu sembunyikan. Lalu apakah aku memang memiliki tempat spesial di hatimu atau hanya pengisi kekosongan sementara. Di mana kamu akan pergi jika memang sudah mendapat yang lebih baik dariku? Dan aku hanya sebatas pengganti dia yang ada di masa lalumu? Tak bisakah aku menjadi masa depanmu? Di mana hanya ada kamu dan aku, kita berdua. -Iqbaal Pradipta Seandainya aku bertemu denganmu sebelum aku bersamanya mungkin keadaannya tidak serunyam ini. Tapi aku tidak menyesal karena bagaimanapun juga masa lalu itu memang harus ada. Bukannya aku tak mau jujur, hanya saja aku tidak bisa jika kamu menginginkan hanya ada kita berdua karena aku sudah harus bertanggung jawab pada malaikat-malaikat kecilku. Aku hanya takut jika yang lalu akan terulang lagi dan menyisakan aku yang terpuruk lagi. Selamat datang di masa depanku, yang banyak berisi tentang teka-teki yang mungkin sulit untuk kamu pahami. -Anastasya Lee

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti