Aku ingin DIA atau DIA

Aku ingin DIA atau DIA

  • WpView
    Reads 2,132
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 1, 2018
Aku Niken Maulida Aku selalu bertanya, apakah cinta selalu bertepuk sebelah tangan?? Awalnya aku rasa seperti itu, karena saat aku merasakan cinta pertamaku, orang yang aku sukai tidak menyukaiku, melainkan memebenciku mungkin karena sikap ku yang terlalu memaksa. Namun semuanya berubah, apa yang aku pikirkan itu salah, tidak selamanya cinta bertepuk sebelah tangan. Aku yakin tentang hal itu karena aku mempunyai dua orang sekaligus yang membuat aku harus memilih antara dia orang yang aku inginkan dan dia sahabat baru yang membuat aku nyaman.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hingga Tak Ada Lagi Luka
  • He is not My Best Friend (End)
  • Cinta Tanpa Peta
  • Karena Kamu Adalah Alasannya
  • Bunny Twins
  • Hati Yang Terluka
  • Faceted Love [SOWJIN ^ EUNKOOK]
  • [2] I'm Still Here ✅
  • LATE.. [END]
  • Friendzone?

Hingga Tak Ada Lagi Luka Jungkook tumbuh dengan luka-luka yang tak terlihat-bukan hanya di kulitnya, tapi jauh lebih dalam, menyesakkan hingga ke relung jiwanya. Senyumnya terlalu lebar untuk menjadi nyata, tawanya terdengar seperti pelarian. Ia menyimpan rahasia yang tak seorang pun tahu, seakan dunia ini terlalu kejam untuk memberinya ruang bernapas. Taehyung tidak pernah berniat ikut campur. Awalnya, ia hanya melihat Jungkook sebagai anak yang keras kepala, penuh misteri, dan sulit didekati. Tapi semakin ia memperhatikan, semakin sulit baginya untuk berpaling. Ada sesuatu di balik mata gelap itu-sesuatu yang berteriak minta pertolongan meski bibirnya selalu mengatakan "Aku baik-baik saja." Ketika kebenaran mulai terungkap, Taehyung dihadapkan pada pilihan: mundur dan membiarkan Jungkook menghadapi semuanya sendiri, atau bertahan, meskipun itu berarti menyeret dirinya ke dalam kegelapan yang lebih dalam dari yang ia bayangkan. Namun, seberapa jauh seseorang bisa bertahan sebelum akhirnya menyerah? Seberapa banyak luka yang bisa mereka tanggung sebelum semuanya runtuh-hingga tak ada lagi yang tersisa? Tapi mereka tahu satu hal: mereka tidak akan membiarkan luka-luka itu menang. Bersama, mereka berjanji akan bertahan. Bukan hanya untuk satu sama lain, tapi juga untuk diri mereka sendiri. Karena kali ini, mereka tidak akan berjalan sendirian. - BROTHERSHIP YE BUKAN BL! Don't copy my story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines