Story cover for FiloSofi by gatha_rvln
FiloSofi
  • WpView
    LECTURAS 1,197
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 7
  • WpHistory
    Hora 59m
  • WpView
    LECTURAS 1,197
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 7
  • WpHistory
    Hora 59m
Continúa, Has publicado oct 07, 2017
#CERITA INI TIDAK DILANJUTKAN 🙏

Perempuan yang sedari tadi asyik menyeruput jus nya itu terdiam, saat sepasang mata di depannya terus menatapnya.
"Kenapa?" tanya perempuan itu.
"Tidak. Saya hanya hanya kesal pada pipet itu," jawab laki-laki itu sembari melirik ke arah pipet yang perempuan itu jepit.
"Kenapa kesal?" tanya perempuan itu bingung.
"Karna ia menyentuh bibirmu tanpa izin."
.
.
.
Ini bukan tentang Filosofi kopi? Teh? Ataupun filosofi yang kau inginkan. Tapi ini tentang Filo, sofi, dan cinta.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir FiloSofi a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#42sofie
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Julia's : I Thought I Could Fix Him (Og) cover
Asmaraloka Saptakāla cover
Never Flat 2 cover
[COMPLETE] Fall In Love  ++BTS FanFic++ cover
Anti Fragile (21+) - COMPLETE cover
Saat Takdir Memilih [C] cover
First Date Of Silent Killer cover
Eyes Contact [Jefri Nichol] cover
Secret of September cover

Julia's : I Thought I Could Fix Him (Og)

26 partes Continúa Contenido adulto

Dia fikir, cinta boleh ubah segalanya. Dalam hubungan penuh racun itu, dia bertahan. Suaminya bukan sempurna baran, cemburu buta, mengongkong setiap langkah. Tapi dia yakin, cinta dan kesetiaan mampu jinakkan segalanya. Kawan-kawan menasihatkan dia pergi. Tapi dia takut. Takut tiada siapa lagi akan terima dirinya seadanya. Dia pilih untuk terus bertahan, walau luka semakin dalam, walau jiwa semakin hilang. Sampai satu hari, kebenaran yang dia takutkan paling lama terbongkar. Mahkamah jadi saksi titik akhir perkahwinan mereka. Dan di saat dia hampir rebah, seorang lelaki lain muncul. Bukan orang asing, tapi seseorang yang dah lama ada... Bakal suami yang dia tak pernah pandang sebagai "kemungkinan". Tapi lelaki itu hadir dengan keikhlasan, bukan janji palsu. Dia yang dulunya dianggap 'sekadar kawan', akhirnya jadi penyembuh. Sekarang, dia tak menoleh ke belakang lagi. Anaknya tak menangis seperti dulu. Dan dia? Sudah pun mula bahagia.