A.K.A.T
  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 12, 2017
Apa yang dilihat oleh mata, belum tentu seperti yang didengar oleh telinga -A. Janji dibuat hanya untuk membuat seseorang berharap dan terluka pada akhirnya -K. Segalanya seperti putaran waktu, ia bisa berubah hanya karena suatu alasan -A. Tak apa meski harus menunggumu walau terasa menyakitkan, Tapi percayalah ini satu-satunya sakit yang aku Suka -T. Janji akan merubah kepercayaan, dengan seiring waktu meski akan tersakiti -Akat. Bagaimana kisah perempuan-perempuan dengan karakter yang berbeda, prinsip yang berbeda, masalah cinta yang berbeda, tapi berusaha selalu bersama?
All Rights Reserved
#1
crazypeople
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Cerita Tentang Kita
  • ALETA
  • Setelah Langit Berbisik
  • Crazy Seniority 2 [Completed]
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines