We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BAE
  • WpView
    Reads 1,229
  • WpVote
    Votes 193
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 21, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"I hate all these lessons, pak tua !" Dengan kesal suzy berbaring di lantai dan membiarkan buku-buku yang sejak tadi dikencaninya berserakan di sekitar tubuhnya. "ugh, kepala ku pusing. Apa aku hamil ? wow !" guman suzy sembari memijat kepalanya yang berdenyut. "Aku harus meminta pak tua bertanggung jawab, as soon as possible !" gerutunya sembari memandang kilauan benda dijemarinya. "Tsk ! Tanggung jawab apa ? Belajarlah bae~" sebuah suara menyahut diiringi langkah kaki yang mendekat.
All Rights Reserved
#58
baesuzy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stevy & Steve
  • BEFORE WE MEET AGAIN
  • High Society [END]
  • My Brother | X1
  • ajinanta (ON GOING)
  • Get Your Heart
  • Let Me Love You
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Love Is Blowing
  • MISI 5 CWK TOUMAN (KAU ♂️ ATAU ♀️???) (END)

“Tolong Bu. Tolong rawat anak saya. Tolong terima putra saya Bu. Anggap dia anak kandung Ibu. Saya tidak sanggup merawatnya. Saya janji kelak suatu hari nanti saya tidak akan menuntut apapun tentang ini. Sejak ibu menerimanya, ibu sah menjadi anak ini.” Rachel mematung di tempat tidurnya. Ia tidak sanggup mengatakan apapun pada ibu yang sedang mengemis supaya putranya mau diterima oleh Rachel. Rachel tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi. Rachel sudah menikah hampir lima tahun dan ini adalah persalinan pertamanya. Melahirkan seorang putri yang ia beri nama Stevy. Penantian dan perjuangan Rachel mendapatkan Stevy sungguh keras sampai tadi malam ia melahirkan. Rachel menoleh. Rommy juga menatapnya bingung. “Begini saja, beri kami waktu untuk diskusi, karena istri saya juga baru melahirkan, mustahil kami bisa merawat dua bayi sekaligus sementara ini pengalaman kami yang pertama.” “Saya mohon. Kalau sama saya anak ini akan menderita dan tidak sehat lebih baik dia sama keluarga kalian, saya ikhlas.” Rommy menelan ludah. Ibu ini tidak terbantahkan. “Suster tolong.” Suster kemudian menarik ibu ini keluar. PS: Mau komentar saran dan kritik ya readers. Terima kasih sudah membaca. Enjoy the stories.

More details
WpActionLinkContent Guidelines