Three tears //SEHUN×SAERON

Three tears //SEHUN×SAERON

  • WpView
    Reads 2,390
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 20, 2020
"Kalo memang yg awalnya di takdirkan untuk mati seharusnya memang mati. Karna bagai manapun kita melawan takdir, bagai korek api yg menyala di lemparkan ke laut. Korek api itu di takdirkan untuk mati, tidak bisa membakar lautan. Sama halnya dengan aku."-saeron Jadi guyse ceritanya udh aku revisi yaa... Cerita ini terinspirasi dari drama korea yang judulnya 48 days. Dulu itu drama kesukaan aku pas kecil:))
All Rights Reserved
#989
sehun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A R S E A N A
  • Little Brother [ SeKaiYeol ] [ ✔ ]
  • My Love (Yesung Fanfiction)
  • My Sweet Boyfriend (PCY) END
  • About kevin (End)✅
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Draco Oculos [Slow Up]
  • Fixing the Broken ✓
  • Our Untold Story - EXO Fanfiction

••• Tentang Arseana yang sudah mati namun menemukan dirinya yang lain masih hidup di dimensi berbeda dengan kisah hidup yang masih sama. Entah kenapa dirinya disini sudah mempunyai anak dan istri, keluarga nya sendiri yang dia pikir hanya impian yang takkan pernah menjadi kenyataan. Tapi.. Takdir menyiapkan skenario berbeda dari harapannya, ke tiga anaknya membencinya. Benci karena sikap nya yang datar dan tidak berperasaan yang seolah memaksa mereka menjadi sosok sepertinya dan itu dimulai saat ibu mereka tiada. Cerita ini bukan hanya cerita Sean dengan segala masa lalunya tapi cerita Sean mendapatkan hati anak-anak nya kembali. Di dalamnya ada cerita persahabatan juga kekompakan taruna memecahkan misteri. Ada juga, cerita betapa konyolnya remaja SMA menjalani hari. Konfliknya? Mereka yang tak pernah membiarkan Sean pergi! ••• "Kau adalah aku. Dan. Aku adalah kau." "Tidak. Kau adalah kau. Dan aku adalah aku." ••• "Jangan berbicara. Seolah kau. Peduli!"-Alderic "Kau yang dulu tiada bersama ibu!."-Leandric "Jauhi adik adik saya! Tuan Sean."-Keandric ••• Itu yang cuma liat prolog aja ga baca cerita ini cukup tau sih 😠🫵

More details
WpActionLinkContent Guidelines