When Nightmare Comes

When Nightmare Comes

  • WpView
    LECTURAS 48
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 9, 2017
Hujan mulai deras mengguyur kotaku, Metrolium. Ku hanya bisa terbaring lelah di apartemenku. Tidak ada yang spesial dengan apartemenku, hanya ada tv rongsokan dan juga alat perabotan tak berguna lainnya. Aku hanya bisa terbaring lelah sambil mengingat-ngingat kejadian histeris semalam, apakah itu hanya mimpi. Bukan. Itu nyata, ketika kelima temanku mati secara mengenaskan. Dan aku hanya bisa melihatnya. Buat pecinta thriller, mystery, gore dan brutal, harus baca kisah ini. A Must Read Book!!
Todos los derechos reservados
#150
sadis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Diary Of Rain [END]
  • Unrevealing The World
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • Bisikan Maut ✓
  • Nightmare
  • SIRAUT SIRAH [REVISI]
  • Two Sadistic Side (POST ULANG)
  • TAMU TAK DIUNDANG

Aku beringsut berdiri dan berniat meninggalkan kamar ini secepatnya. Tapi tanganku dicekal olehnya dan langsung ku sentak dengan keras hingga terlepas. "Rain..." panggil Lano namun tak berniat ku hentikan langkah ini ataupun menoleh kebelakang. Namun ketika menyentuh kenop pintu, dua lengan kekar memelukku dari belakang. "Jangan pergi" hembusan nafas yang terasa panas menerpa kulit leherku yang terbuka. Aku memberontak dan memukul-mukul tangannya yang melingkar diperut "Lepas! Lepaskan!!!" teriakku dengan suara parau Bukannya melepas, Lano semakin mengeratkan pelukannya. Tenagaku terkuras habis, sebanyak apapun tenaga yang ku keluarkan untuk lepas dari kukungannya hasilnya tetap sama. Aku masih dalam dekapannya. "Aku benci kau Lano..." Pandanganku memburam seiring mata yang tertutup. Akhirnya aku menyerah dalam pelukannya. Disisa kesadaran aku mendengar suaranya yang nyaris seperti bisikan. "Maaf..."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido