Hujan & Matahari

Hujan & Matahari

  • WpView
    Reads 10,568
  • WpVote
    Votes 787
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 23, 2020
Hujan turun semakin deras, Rein mengernyit dan menghentikan langkah kakinya. "kenapa gak mati sekarang aja? Apa bedanya sama mati besok?" Kata Rein pada dirinya sendiri. Rein menghela nafas panjang lalu berjongkok dirumput, menghela nafas panjang sekali lagi lalu menutup wajahnya dengan tangan. "Udah berhenti?" Rein mendongakkan kepalanya ketika merasa tetesan air hujan sudah tak membasahinya. Saat itulah matanya menatap mata seorang gadis yang berdiri memayungi Rein, sedangkan gadis itu membiarkan badannya sendiri basah diguyur hujan. "Hujannya deras, kamu basah. Jangan sampai sakit" kata gadis itu singkat.
All Rights Reserved
#108
about
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Pesan Untuk Hujan [END]
  • Perihal Sandwich(End)
  • She's In The Rain; Jung Eunha
  • POLARIS [LENGKAP]
  • Sebuah Antara ✔
  • Love
  • Memories in Moon
  • Karena Aku Mencintaimu...
  • A Romantic Story About Renjun || JaeRen
  • AFTER RAIN : 10 YEARS LATER [☑]

Sebuah Kisah yang entah bisa membuat pembaca tersentuh atau tidak. Orang-orang mungkin berfikiran bahwa Hujan hanyalah sebuah kejadian alam yang biasa terjadi, Tapi tidak dengan Rana. Seorang gadis yang berfikiran terbalik dengan orang-orang itu, baginya Hujan adalah temannya. Teman disaat dia merasa sepi dan hampa. Seperti diberi sinyal, Hujan tau kapan gadis itu bersedih dan mulai menemaninya dengan rintik hujan yang menutupi air matanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines