Story cover for TAKEN by Windaadhiafakhri
TAKEN
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado oct 08, 2017
"Ada apa gerangan Ibu Negara memanggil saya?"-Reno

"Lo emang ya, ga manusiawi banget jadi cowo. Lo tau kan gua udah sama Rey? Kenapa bisa bisanya lo ngaku ngaku jadi pacar gua didepan semua orang tadi"-Naya

"Yaela, nih ya nay gua perjelas. Gua jomblo, jadi gua bebas buat deket sama siapa aja, termasuk lo. Selama janur kuning belom melengkung, semua masih milik bersama"-Reno
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir TAKEN a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
As Possible  cover
BRINCA cover
LOVERA cover
Manly..(LeeFelix) cover
Dinikahin ayah tiriku[21+]{Slow Update} cover
MILK NANA [NOMIN] HIATUS cover
Cukup Mengagumimu [SELESAI] cover
JENOVAL cover

As Possible

45 partes Concluida Contenido adulto

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.