Perihal Kita

Perihal Kita

  • WpView
    Reads 512
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 14, 2017
Ketika aku menuliskan kalimat sok bijak, aku bukan sedang menegur dirimu. Justru sebenarnya aku sedang menguatkan diriku sendiri. Ketika aku menulis kalimat galau, aku bukan sedang terpuruk. Justru aku hanya sedang menikmati proses yang pernah kulalui dan hanya sekedar menghibur diri. Ketika aku menulis kalimat yang terkesan garing, memaksakan terlihat lucu. Aku bukan sedang berusaha membuatmu tertawa. Justru aku hanya sedang menertawakan diriku sendiri. Bait-Bait sederhana ini aku persembahkan kepada sesorang yang telah menikmati rasanya patah hati. Yang ingin merasakan kembali enaknya rasa makan. Ini saatnya kita-yang telah tersakiti,kembali pulang. Barangkali kau lupa akan jalan pulang, bait-bait ini akan menuntunmu kembali ke jalan pulang tanpa harus mengingat masa lalu dan cerita yang telah usai. Nandini diva | 08/10/2017
All Rights Reserved
#401
nonfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • • EUTANASIA •
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • Daily Quotes
  • Almost.
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri

" Saat kau membuka mata ingatlah jejak-jejak ini " Sepetik kisah cinta mawar merah bersama ombaknya Di kota balikpapan,kota tua yang menjadi tempat bertemunya sepasang insan yang sama-sama memiliki trauma akan cinta yang tulus. Mereka membuat lembaran kisah cinta baru yang malah menjadi cinta dengan lumuran darah di dalamnya. Mengobarkan beberapa sukma yang harusnya bahagia menjalani kehidupan tua bersama sang kasih. " -Kemarin kau masih memeluk hangat cintaku Hari ini kau peluk cinta Kau hempaskan hati ini kembali Kau bantai hidupku kembali Dulu Saat kau layu Ku siram dengan sejuknya airmata Saat kau dingin Ku peluk dalam hangat cintaku Saat sepi sendiri Kutemani hari hari sepimu Kau bercerita tentang kepedihan hati Kau menjerit kecewa pada orang yg selalu menyakiti hatimu dan membuat bathinmu menderita sampai hari ini Tapi mengapa Kaupun tega menyakiti hatiku Walau kau tau aku tak pernah sedikitpun menyakiti hatimu Bahkan Aku selalu mengharapkanmu datang Kembali Walau akhirnya kau tak kembali untukku Kau kembali di saat layu Tetap ku peluk dirimu Dalam deritaku- " " Bukan kamu saja Tuhan membuat semua orang di dalam sini sakit "

More details
WpActionLinkContent Guidelines