We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
For : 07.30

For : 07.30

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 17, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan salah, cinta kadang juga berpotensi pengaruh pada pengorbanan tha." putaran memoriku tentang kata-katanya. "Iya, walaupun potensinya sama seperti 07.30, cuma setengah hahaha" jawabku. "Kenapa mesti 07.30?" Tanyanya. Seno tak kan pernah sadar, apa yang aku agung-agungkan dibalik 07.30. Ini kuceritakan di suatu senja, ketika ku coba menguasai emosi diantara penat penuh derai air mata. Mencoba melupakan segenap prahara tanpa asa. Mengingat Seno sambil sesekali tersenyum karena derita Sampai sejauh mana lagi harus ku kejar cinta kita Seno? Sampaikah satu juta kilometer ujung langit? Aku lelah. Setidaknya beri aku kepastian untuk lanjut atau tetap ada. Sekian lama aku berjuang untuk seno. Tanpa sadar, aku menyakiti Rio. Bukan salah Seno, apalagi salah Rio. Ini takdir. Bahwa aku harus mencintai manusia tanpa hati dan menyakiti manusia dengan kasih. Bukan tentang siapa yang akan menang dan siapa yang harus mundur. Ini tentang aku. Yang terbiasa dikekang hingga tak pernah bisa berpandang luas. Terima kasih Rio, mencintaiku walau harus selalu merasa rapuh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DRYSTAN (End)
  • Zenna Story
  • Nothing Vain Love
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • REGRET OF LOVE
  • Bara [REVISI]
  • SPOILED BABY AND HER LOVER [ᴇɴ�ᴅ] [ᴘʀᴏꜱᴇꜱ ᴘᴇɴᴇʀʙɪᴛᴀɴ]
  • Bahagia & Luka (END)
  • Transmigrasi Darya [PRE-ORDER]

"Lo masih ngambek sama gue?" Drystan mengelus pipi Amadora dengan penuh kelembutan. Amadora menepis tangan Drystan dengan pelan. "Gue gak ngambek tuh." "Kalau ada masalah, bilang sama gue." "Gue gak kenapa-napa. Urusin aja Pandora lo itu!" ketus Amadora. "Nanti pulang sekolah bareng sama gue," perintah Drystan sembari melepaskan pelukannya pada tubuh sang pacar. Amadora tahu bahwa semua ini adalah kesalahannya. Andai saja mereka berdua tidak menjalani hubungan secara diam-diam, mungkin saja Pandora akan merasa segan untuk berdekatan dengan Drystan dan menjaga batasannya. Namun tentu saja semua itu tidak semudah apa yang dipikirkan. Jika mereka tahu tentang Drystan, kehidupan cowok itu akan terancam. *** ©defitnoventri

More details
WpActionLinkContent Guidelines