Story cover for For : 07.30 by ntsyavidia
For : 07.30
  • WpView
    Membaca 82
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 3
  • WpView
    Membaca 82
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 3
Bersambung, Awal publikasi Okt 08, 2017
"Jangan salah, cinta kadang juga berpotensi pengaruh pada pengorbanan tha." putaran memoriku tentang kata-katanya.

"Iya, walaupun potensinya sama seperti 07.30, cuma setengah hahaha" jawabku. 

"Kenapa mesti 07.30?" Tanyanya. Seno tak kan pernah sadar, apa yang aku agung-agungkan dibalik 07.30.

     Ini kuceritakan di suatu senja, ketika ku coba menguasai emosi diantara penat penuh derai air mata. Mencoba melupakan segenap prahara tanpa asa. Mengingat Seno sambil sesekali tersenyum karena derita

     Sampai sejauh mana lagi harus ku kejar cinta kita Seno? Sampaikah satu juta kilometer ujung langit? Aku lelah. Setidaknya beri aku kepastian untuk lanjut atau tetap ada.

     Sekian lama aku berjuang untuk seno. Tanpa sadar, aku menyakiti Rio. Bukan salah Seno, apalagi salah Rio. Ini takdir. Bahwa aku harus mencintai manusia tanpa hati  dan menyakiti manusia dengan kasih.

     Bukan tentang siapa yang akan menang dan siapa yang harus mundur. Ini tentang aku. Yang terbiasa dikekang hingga tak pernah bisa berpandang luas. Terima kasih Rio, mencintaiku walau harus selalu merasa rapuh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan For : 07.30 ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Zenna Story oleh Senaaraini
37 bab Bersambung
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
AFIKA [ END✔ ] cover
The Time That I Loved You -> K.J.I cover
Senja Kaylara [ END ] cover
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
Zenna Story cover
Gardenia | END cover
DRYSTAN (End) cover
RAGNALA [END] cover
𝙺𝙴𝚃𝚄𝙰✔ cover

AFIKA [ END✔ ]

54 bab Lengkap

Cantik, pemberani, labil dan memiliki anger issues. Seperti itulah Afika di mata orang-orang. Suara hentaman, pukulan serta erangan sudah tak asing lagi di telinganya. Semenjak ia kenal dengan seorang pria bernama Sean, entah kenapa tiba-tiba saja Afika dihadapkan dengan banyaknya masalah. Namun di sisi lain, masih ada sosok Afkar yang dikenal sebagai cowok dengan penuh rasa sabar, ia terus berada di samping Afika baik dalam keadaan suka maupun duka. Ah, kalau bukan karena berhutang budi, Afkar juga enggan berurusan dengan gadis itu. "From now and on, your being my girlfriend, ok? Gue nggak terima penolakan, titik." "Lo itu lebih dari apapun di hidup gue, Fik. Jadi gak usah aneh-aneh deh, atau gue bakalan cepuin hal ini ke Bokap lo?" "Stress, pokoknya gue stress kenal lo semua! Gue muak!!!"